Pernikahan Tanpa Utang, Terapkan Ini untuk Menghemat Biaya

Menikah merupakan tujuan bagi mereka yang saling mencintai dan membangun bahtera kehidupan bersama. Namun, acara pernikahan bisa membuat kondisi keuangan terpuruk lho. Penyebabnya bisa beragam. Salah satunya, karena acara pernikahan dilakukan dengan berutang. Nah, kalau kamu punya rencana untuk menikah, ada baiknya pernikahan dilakukan tanpa adanya utang.

Mengapa menikah tanpa utang lebih baik? Karena memiliki kondisi keuangan yang tidak minus, membuatmu lebih mudah melakukan bujeting saat memulai keluarga baru. Apalagi jika penghasilanmu dan pasangan belum besar.

Selain itu, kamu tentunya akan punya banyak kebutuhan setelah melakukan pernikahan. Semisal, biaya persalinan, biaya dan keperluan si kecil, dan biaya-biaya rumah tangga lainnya. Untuk keperluan tersebut tentunya kamu membutuhkan biaya khusus.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan jika ingin melakukan pernikahan tanpa adanya utang.

Sumber Biaya untuk Pernikahan

Pernikahan tanpa utang bisa dilakukan kalau kamu tidak memaksakan diri untuk menggelar pernikahan jika biayanya belum mencukupi. Biaya pernikahan umumnya berasal dari tiga sumber, yaitu tabunganmu dan pasangan, dari gaji/penghasilan dan dari sumbangan orang terdekat.

Jika kamu ingin membiayai pernikahan dari tabungan, pastikan bahwa kamu sudah menyisihkan setidaknya enam bulan biaya hidup jika sewaktu-waktu kamu memerlukannya. Jika kamu ingin menabung dari gaji, sisihkan 10 persen setiap bulan hingga jumlahnya mencukupi biaya menikah. Biaya dari kedua sumber tersebut bisa kamu tambahkan dengan sumbangan dari orang terdekat (jika ada).

Baca Juga: Menikah Tak Harus Mahal! Ini Strategi Negosiasi Biaya Pernikahan

Menggelar Pernikahan Tanpa Utang dengan Pendanaan

Agar bisa berhemat, ada baiknya kamu melakukan pendanaan. Untuk memudahkannya, bagilah pembukuanmu dengan tiga kategori, yaitu prakiraan biaya, harga vendor, dan biaya yang dibayarkan.

Prakiraan biaya merupakan estimasi biaya komponen pernikahan. Semisal, biaya sewa gedung dan biaya katering. Harga vendor adalah harga yang ditawarkan oleh penyedia produk/jasanya. Sedangkan biaya yang dibayarkan merupakan biaya riil yang dikeluarkan untuk pelunasan komponen pernikahan.

Dengan begini, kamu bisa mencari dan memilih vendor yang harganya sesuai dengan bujet yang kamu miliki. Kamu juga memiliki perhitungan pengeluaran totalnya.

Mempersiapkan Biaya Tak Terduga

Biaya tak terduga umumnya jumlahnya tidak sebesar biaya komponen pernikahan. Tapi, biaya ini bisa sering harus dikeluarkan lho. Karenanya, jumlahnya juga tidak sedikit. Oleh karena itu kamu harus mengantisipasi biaya-biaya ini.

Misalnya, biaya transportasi, biaya revisi, biaya jasa, biaya akses dan lain-lain. Dengan mengetahui dan mengantisipasi biaya tak terduga kamu bisa mempersiapkan pos pengeluaran pada pendanaan yang dilakukan. Sehingga bisa menghemat pengeluaran.

Memangkas Biaya

Untuk bisa menggelar acara pernikahan tanpa utang, ada kalanya kamu harus memangkas komponen biaya. Utamanya biaya-biaya yang jumlahnya besar. Setelahnya, kamu bisa melakukan pergantian vendor. Biaya yang umumnya bisa dipangkas adalah sewa gedung, katering, pembuatan kartu undangan dan hiburan (band/musik). Kamu juga bisa memangkas biaya dengan mengurangi jumlah undangan yang hadir.

Dengan melakukan beberapa hal di atas, kamu bisa melakukan penghematan saat menggelar pernikahan, alias, pernikahan bisa kamu lakukan tanpa adanya utang.

Kalaupun harus berutang, pastikan jumlahnya bisa kamu bayarkan setidaknya 30 hari setelah acara digelar. Dengan begini, acara pernikahan tidak terlalu mengganggu kondisi keuangan keluarga barumu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here