Tips Pitching ke Investor via Virtual di Saat Pandemi

Pitching ke investor di masa pandemi tentu punya tantangan tersendiri bagi founder atau pun CEO startup. Dengan jarak yang dibatasi, otomatis banyak rapat dialihkan secara virtual alias online. Salah satunya, agenda rutin bulanan melaporkan perkembangan startup ke investor.

Sudah sewajarnya para founder atau CEO startup kini mulai beradaptasi dengan perubahan. Berikut beberapa tips sederhana pitching ke investor jika harus dilakukan secara virtual. Jangan sampai jarak membatasi kualitas presentasimu ya!

Setting Tempat Sebaik Mungkin

Perhatikan bahwa pitching ke investor sifatnya sangat resmi, jadi pastikan kamu menyiapkan setting tempat sebaik mungkin. Usahakan pilih tempat dengan background dan dekorasi minimalis agar investor fokus padamu selama video conference. Jangan lupa berpakaian yang sopan juga.

Selain visual tempat, kamu butuh memastikan koneksi internet stabil. Tentu akan sangat tidak nyaman jika koneksi harus terputus di tengah-tengah kamu presentasi. Pilih tempat dengan spot internet terbaik agar video conference berjalan lancar.

Siapkan Catatan Terlebih Dahulu

Persiapkan materi pitching ke investor sebaik mungkin. Pahami detail isi presentasimu agar kamu tidak hilang fokus di tengah jalan. Jika diperlukan, bikin saja sebuah catatan yang bisa memandumu selama proses pitching.

Menyiapkan catatan juga memungkinkanmu lebih siap menghadapi pertanyaan yang kadang diajukan investor. Pastikan kamu sudah benar-benar paham tentang kondisi startup. Mulai dari kinerja, keuangan, keuntungan, SDM, dan lain-lain.

Baca Juga: Tips Menjadi Pemimpin yang Disukai sekaligus Disegani Anak Buah

Visual Presentasi Ringkas, Padat, dan Menarik

Ingat, kamu tidak punya banyak waktu saat harus melakukan video conference dengan investor. Jadi, maksimalkan presentasimu dengan ringkas, padat, serta menarik. Hindari menjelaskan hal terlalu bertele-tele dan sulit dipahami.

Penjelasan secara visual jauh lebih diminati karena mudah dipahami. Presentasi sederhana dan lugas selalu lebih baik daripada presentasi yang penuh dengan poin. Investor justru akan bingung dengan banjir informasi tanpa fokus yang jelas.

Lakukan Follow Up

Terakhir, jangan lupa lakukan follow up setelah pitching ke investor. Bisa jadi kamu butuh penambahan dana untuk rencana kerja tertentu. Jika ide kamu disetujui, tentunya kamu harus rutin follow up ke investor.

Investor pastinya tidak hanya mendanai startup milikmu, tapi banyak startup lain. Bangun komunikasi yang baik agar kesempatan mendapatkan pendanaan makin besar. Jangan hanya berpuas diri di sesi pitching saja ya!

Bagaimana? Sudah siap pitching ke investor meski saat pandemi begini? Taklukkan batas jarak dan siapkan presentasimu sebaik mungkin!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here