5 Langkah Praktis Menyortir CV agar Lebih Efisien dan Hemat Waktu

Proses sortir Curriculum Vitae (CV) merupakan salah satu tanggung jawab utama tim Human Resource Development (HRD). Menyortir CV yang jumlahnya ribuan tentu sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Itulah sebabnya, proses ini harus dilakukan secara cermat agar hasilnya lebih efisien, hemat waktu, sekaligus tidak kehilangan kesempatan merekrut kandidat karyawan berkualitas.

Pada awalnya, menyortir CV satu per satu memang rumit dan melelahkan. Namun, kamu yang bekerja sebagai tim HRD tak akan kerepotan lagi jika mengikuti langkah-langkah praktis ini:

Memprioritaskan Tampilan CV yang Profesional

Hal pertama yang harus kamu perhatikan saat menyortir CV adalah tampilannya secara keseluruhan. CV dengan warna dasar putih akan tampak clean sehingga informasinya mudah diamati.

Namun, kamu juga bisa mempertimbangkan CV yang tampilannya lebih eye catching asalkan data-data didalamnya tetap mudah dibaca. Sementara itu, CV yang tampak kurang jelas dan tidak menarik harus segera disingkirkan dari proses seleksi.

Baca Juga: Contoh CV Bahasa Inggris Selalu Memiliki 6 Komponen Ini, Sudah Tahu Belum?

Mencermati Informasi tentang Pengalaman Kerja

Selanjutnya, kamu juga patut mencermati informasi tentang pengalaman kerja sewaktu menyortir CV. Pastikan kalau pengalaman kerja tersebut sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Jika perusahaanmu mencari calon karyawan berstatus fresh graduate, maka pengalaman kerja bukanlah prioritas penting yang wajib ada pada CV.

Pengalaman magang bisa menjadi alternatif yang mesti dipertimbangkan bagi calon karyawan fresh graduate. Sebab pengalaman tersebut menunjukkan bahwa calon karyawan sudah punya gambaran tentang dunia kerja. Sedangkan lowongan lainnya yang butuh pengalaman kerja justru membuat kamu harus lebih teliti memeriksa rekam jejak karier si pelamar.

Meninjau Pengalaman Organisasi yang Dicantumkan pada CV

Pengalaman organisasi calon karyawan tak boleh luput dari perhatianmu ketika menyortir CV. Karena pengalaman tersebut menunjukkan bahwa calo karyawan terbiasa bersosialisasi serta melakukan negosiasi sejak menempuh pendidikan.

Kemampuan interpersonal tersebut sangat dibutuhkan di dunia kerja, terutama untuk bidang pekerjaan yang menuntut karyawan berinteraksi dengan banyak orang (misalnya consultant, public relation, atau sales marketing).

Mengamati Informasi tentang Latar Belakang Pendidikan

Reputasi universitas masih menjadi salah satu pertimbangan penting saat HRD menyortir CV. Lulusan universitas negeri atau swasta populer dianggap mampu bekerja secara profesional karena mendapatkan bekal akademis yang cukup.

Jadi, bagian latar belakang pendidikan juga mesti menjadi fokus kamu setelah memeriksa pengalaman kerja dan pengalaman organisasi.

Meninjau Lampiran yang Disertakan Bersama CV

Langkah terakhir dalam proses menyortir CV adalah meninjau lampiran. Lampiran yang penting untuk dilampirkan adalah ijazah, portofolio, dan sertifikat pelatihan (bila ada). Kandidat karyawan yang mampu menyiapkan beberapa lampiran penting secara lengkap tentu harus lolos ke tahap rekrutmen selanjutnya.

Meskipun menyortir CV memang rumit dan menyita waktu, kamu harus tetap melakukannya secara cermat. Sehingga kamu tak melewatkan kandidat karyawan potensial yang sangat dibutuhkan perusahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here