Tips Resign Lancar Tanpa Perlu Galau Lagi, Simak Ya!

Apakah kamu pernah mengajukan resign, tetapi merasa dipersulit oleh perusahaan? Memang sih banyak perusahaan yang kerap menunda dan menahan seorang karyawan yang hendak resign dengan alasan tersendiri. Berikut beberapa tips singkat agar resign lancar tanpa banyak drama “ditahan” oleh perusahaan”

Resign Lancar Kalau Kamu Melakukannya Sesuai Aturan

Setiap perusahaan punya aturan tersendiri mengenai resign itu sendiri. Biasanya karyawan yang hendak resign harus mengajukan surat pengunduran diri minimal satu bulan sebelumnya. Nah, kalau kamu mau jauh dari “drama” dan resign lancar, taatilah aturan tersebut.

Hindari gesekan dengan perusahaan seminim mungkin sebelum kamu resign. Toh, aturan resign dari perusahaan pun sudah jelas dan tidak sulit dilakukan. Intinya, kalau kamu datang ke perusahaan dengan baik-baik, maka keluarlah dengan baik-baik pula.

Teguh pada Pendirian agar Resign Lancar Tanpa Bujuk Rayu Atasan

Selain itu, kamu juga harus memastikan keputusanmu resign adalah sudah final dan tidak dapat diganggu gugat. Jadi, jangan sampai kamu resign karena terbawa emosi masalah di kantor saja tanpa pertimbangan yang matang. Kalau kamu belum punya alasan dan pendirian kuat, siap-siap saja ditahan oleh atasan.

Ingat, tidak ada perusahaan yang senang kalau salah satu karyawan terbaiknya pergi. Banyak cara dilakukan perusahaan agar niat resign kamu bisa ditunda, misalnya dengan kenaikan gaji hingga promosi. Pastikan kamu benar-benar yakin untuk resign sebelum dihujani banyak bujuk rayu dari atasan.

Baca Juga: Kamu Dapat Promosi Jabatan Sementara Teman Tidak? Lakukan 5 Hal Ini

Biar Tidak Banyak Drama, Pastikan Selesaikan Tanggung Jawabmu sebelum Pergi

Salah satu agar resign lancar adalah sikap kamu untuk menyelesaikan tanggung jawab sebelum pergi. Jangan tinggalkan beban dan masalah pada pengganti kamu berikutnya. Buat daftar pekerjaan yang benar-benar harus diselesaikan dan pastikan proses transfer pekerjaan ke pengganti kamu berjalan lancar.

Beberapa orang yang terpaksa menahan resign lantaran perusahaan berkelit masih ada tanggung jawab yang diselesaikan si karyawan. Kalau kamu tidak mau rencana resign tertunda, pastikan kamu meninggalkan pekerjaan tanpa beban pekerjaan yang masih menggantung.

Resign menjadi hak setiap karyawan. Agar tanpa “drama” dan intimidasi, pastikan kamu persiapkan semuanya baik-baik sehingga resign lancar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here