4 Hal yang Pantang Dilakukan saat Memberhentikan Karyawan

memberhentikan karyawan
Sumber : veterinarypracticenews

Memberhentikan karyawan adalah sebuah hal yang sangat tidak menyenangkan. Bukan hanya sang karyawan saja yang akan stres mendengar kabar ini, bagi HRD dan manajer, memecat karyawan juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tak peduli sebaik apa Anda mengkomunikasikan masalah performa dengan karyawan Anda, tak ada karyawan yang percaya bahwa mereka akan dipecat. Jadi, mendengar kabar seperti ini adalah hal yang sangat mengejutkan bagi mereka.

Kadangkala, sebagai HRD, Anda tidak mempunyai alternatif lain. Masalah performa adalah sesuatu yang mungkin masih bisa diperbaiki jika Anda memiliki program pelatihan yang baik. Namun, masalah tingkah laku, terutama pelanggaran yang terkait dengan etika atau yang merugikan klien, merupakan sesuatu yang tak bisa ditoleransi di perusahaan mana pun. Memberhentikan karyawan adalah langkah terakhir yang harus dijauhi sebisa mungkin. Tetapi, jika Anda terpaksa harus melakukannya, ini adalah hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan.

Jangan Sampai Melakukan Hal-Hal Ini saat Memberhentikan Karyawan

Jangan Pernah Memberhentikan Karyawan tanpa Bertatap Muka

penipuan telepon
Sumber: tribunnews

Cara Anda memberhentikan karyawan adalah hal yang sangat penting. Meskipun ini adalah sebuah era dimana komunikasi melalui media sosial dan elektronik sudah menjadi norma, jangan pernah memecat karyawan tanpa menemuinya secara langsung, apalagi lewat email, SMS, atau pesan chat. Bahkan, panggilan telepon dan surat pun tidak pas untuk sebuah hal sebesar pemecatan atau pemberhentian kerja.

Saat Anda memecat karyawan Anda, setidaknya lakukanlah dengan sopan santun seperti Anda memperlakukan manusia lainnya. Setiap karyawan yang mendapatkan nasib buruk ini pantas ditemui secara tatap muka, tak peduli sefatal apa pun kesalahannya (kecuali hal-hal yang benar-benar melanggar etika).

Baca Juga: 4 Pertimbangan Paling Utama Perusahaan Memecat Seorang Pegawai

Jangan Memberhentikan Karyawan tanpa Peringatan

stres karena PHK
Sumber : Ets Dental

Tidak ada yang membuat karyawan lebih marah dibandingkan dengan begitu saja dipecat dari pekerjaan tanpa tahu alasannya sebelumnya. Kecuali sebuah hal yang mendadak dan sangat tidak pantas dilakukan, Anda harus memberikan pelatihan, umpan balik, dan mentoring kepada karyawan yang bermasalah sebelum mengambil opsi pemecatan. Karena, sudah tugas HRD untuk melatih dan mempertahankan karyawan yang direkrutnya.

Jika memang Anda bekeputusan bahwa sang karyawan tidak bisa lagi berkembang, tak peduli seberapa banyak dukungan yang sudah Anda berikan, maka berikanlah peringatan sesuai dengan yang harus Anda lakukan sebagai HRD. Secara hukum, ini juga menjadikan Anda lebih aman. Pemberhentian tidak boleh dilakukan tanpa peringatan atau Anda bisa dituntut karena hal ini.

Jangan Bicara Lebih Panjang dari yang Diperlukan

atasan dipecat

Jika Anda sudah memberikan pelatihan dan mendokumentasikan performa karyawan seiring waktu dan memberikan umpan balik yang diperlukan, maka tidak ada gunanya lagi melampiaskan kekecewaan Anda saat memberhentikan karyawan dengan bicara panjang lebar tentang hal-hal negatif darinya. Ini tidak akan memberikan hasil apa pun dan merupakan sesuatu yang kejam.

Memang, setiap karyawan akan menanyai Anda alasannya. Milikilah sebuah jawaban yang sudah dipersiapkan sebelumnya yang jujur dan benar-benar meringkas situasi tersebut, namun tanpa menyalahkan atau menambahkan detail yang tidak perlu.

Jangan Memberi Harapan Palsu

Karena pemecatan adalah hal yang sangat sulit diterima, kadangkala karyawan akan merasa ada kesempatan untuk mengubah keputusan Anda. Jika Anda memang sudah mempertimbangkan segalanya dan memberi beberapa kesempatan sebelumnya yang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh karyawan, maka jangan sampai Anda membuat karyawan merasa mereka masih memiliki harapan saat Anda memberhentikan karyawan tersebut.

Lakukan proses tersebut dengan baik hati, kepedulian, dan rasa hormat, namun kata-kata Anda harus to the point dan tanpa polesan. Jangan sampai keinginan Anda untuk tidak melukai hanya akan membawa kecewa dan duka lebih dalam.

Semoga sukses!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here