Self Healing, Cara Mengatasi Gangguan Psikologis dan Trauma Hidup

Kerja di rumah atau work from home (WFH) yang sudah berlangsung hampir setahun akibat pandemi COVID-19 menimbulkan banyak keresahan yang berujung stres hingga depresi. Sudah waktunya bagi kamu untuk self healing sehingga kamu kembali merasakan energi-energi positif dalam hidup.

Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan telah memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Keterbatasan sosial untuk menekan persebaran virus mengharuskan para pekerja untuk bekerja dari rumah, hingga kehilangan pekerjaan. Virus COVID-19 pun telah merenggut sejuta nyawa masyarakat Indonesia hingga Januari 2021 ini.

Akibatnya gangguan psikologis, trauma, dan luka batin menggerogoti banyak pribadi. Untuk mengatasinya dibutuhkan proses self healing. Yaitu, proses pemulihan akibat gangguan psikologis dan fisik yang disebabkan oleh diri sendiri maupun orang lain.

Diperlukan motivasi dari dalam diri untuk menjalankan proses self healing karena tujuannya adalah untuk memahami diri sendiri dan membentuk pikiran positif dari kejadian negatif atau trauma yang dialami.

Bila kamu mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), kamu mungkin akan merasa kecewa, sedih, takut, dan bingung untuk menjalani hidup selanjutnya. Namun, ancaman stres hingga depresi bisa terelakkan bila kamu legowo menerima kenyataan pahit tersebut. Nah, bagaimana caranya agar kamu bisa legowo?

Baca Juga: Parental Burnout: Stres Lelah Mengurus Anak yang Dialami Ayah Bunda

Bagaimana Proses Self Healing Dilakukan?

Ada tiga elemen penting self healing menurut Sepri Andi, Founder dan Executive Director Social Connect, dalam webinar mengenai “Self Healing, A Way of Re-charging Mind and Soul”, kemarin. Pertama, kamu harus memiliki harapan karena melalui harapan kamu akan membangun sebuah mimpi yang menjadi target hidup kamu selanjutnya. Tentukan harapan baru, lalu move on

“Kedua, elemen spirituality. Penting untuk percaya kepada Tuhan, atau setidaknya siapa yang menuntun diri kamu. Lalu, elemen gratitude. Kontrol sikap dan pilihan kamu, lalu jangan lupa untuk berterima kasih atas apa yang terjadi pada diri kamu,” ujar Andi.

Selain ketiga elemen tersebut, Andi yang berhasil memulihkan dirinya dari masalah psikologis ini, juga membagikan beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mensukseskan proses pemulihan diri.

Jadilah diri sendiri

Ketahui apa yang kamu inginkan dalam hidup, apa yang kamu yakini, utarakan opini dan pikiranmu, dan berpegang teguh pada nilai-nilai hidup. Untuk keluar dari lubang hitam, kamu harus menemukan jati diri, bahwa kamu ada.

Berinvestasi pada diri

Jadilah pribadi baru yang kaya akan pengetahuan dan kemampuan. Kamu harus memiliki modal untuk bersaing di dunia dengan kemajuan teknologi yang pesat ini. Bila kamu korban PHK, langkah ini penting sehingga kamu bisa bersaing dalam pencarian kerja baru.

Memaafkan diri sendiri

Sadari apa yang telah kamu lakukan, termasuk kesalahan yang kamu sesali. Lalu, maafkan diri kamu. Dengan demikian, kamu dapat menata dirimu yang baru dan mulai berpikir positif. Selain itu, maafkan juga orang lain karena tidak ada gunanya untuk memendam amarah. Perasaan ini hanya akan menghalang-halangii kebahagiaanmu. 

Mencintai dan dicintai

Cintailah diri kamu dan pahamilah bahwa kamu pun pantas untuk dicintai. Ketika kamu mencintai diri sendiri, kamu akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat dirimu bahagia. Perbaiki juga hubunganmu dengan orang sekitar sehingga kamu mendapatkan cinta dari mereka. Ingatlah, sapaan dan pujian sekecil apapun dari seseorang bisa mengubah hari kamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here