Tips Sukses Jadi Atasan Meski Tidak Menyukai Bawahan

Tidak semua bawahan menyukai atasannya. Sebaliknya, tidak semua atasan menyukai bawahannya lho. Meski demikian, kalau jadi atasan, kamu tetap harus bisa memimpin dengan baik, walaupun mungkin tidak menyukai salah seorang bawahan yang kamu pimpin.

Ada banyak alasan mengapa bawahan tidak disukai atasannya. Semisal, tidak mau bekerja sama, mau menang sendiri atau karena tidak mematuhi aturan perusahaan. Gara-gara ulah bawahan itu, kamu sering dibuat repot olehnya.

Apakah kamu harus selalu marah-marah karenanya? Tentu tidak bukan? Kamu memang bisa saja merekomendasikannya untuk dipecat atau dimutasi. Tapi, itu juga bukan jalan yang terbaik. Lalu, apa yang seharusnya dilakukan? Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan kalau kebetulan kamu tidak menyukai bawahan.

Carilah Persamaan

Source: nbcnews.com

Meski tidak disukai, bawahan yang kamu pimpin juga manusia. Ia pasti punya aktivitas kegemaran. Semisal, berolahraga, nonton film atau mungkin memancing ikan. Carilah persamaan antara kamu dan bawahan.

Selanjutnya, berbekal kesamaan yang kalian miliki, dekatilah dirinya sebagai teman atau anggota keluarga, dan bukan sebagai bawahan atau karyawan. Dengan bersikap sebagai teman atau keluarga, mungkin bawahanmu itu bersedia mendengarkan saran atau nasehat yang kamu berikan.

Baca Juga: Komunikasi Non Verbal: Menggunakan Bahasa Tanpa Kata di Tempat Kerja

Manfaatkan Kelebihan Bawahan

Mungkin bawahan kamu itu bukanlah karyawan teladan, tapi ia pasti punya kelebihan. Mungkin juga kelebihannya tidak dimiliki oleh bawahanmu yang lain. Semisal, mampu menyelesaikan masalah dengan lebih baik, mampu bekerja dengan lebih efisien, dan lain-lain.

Cobalah manfaatkan kelebihan yang dimilikinya untuk kebaikan tim. Dengan begini, selain kamu bisa memaksimalkan kemampuannya, tujuan yang ditetapkan bersama juga akan lebih mudah tercapai.

Tegas Saat Tidak Menyukai Bawahan

Ketegasan semakin diperlukan saat kamu tidak menyukai bawahan. Kamu harus bisa membuat bawahan memahami apa-apa saja tujuan yang kamu capai dan bagaimana cara untuk mencapainya. Jika perlu, sampaikan hingga hal-hal yang terkecil sekalipun.

Semisal, kapan kamu menginginkan laporan bisa diterima, bagaimana bentuk laporan yang kamu inginkan, atau apa-apa saja yang akan dibahas di meeting berikutnya. Dengan begini, kamu menghindarkan tim dari kesalahan yang dibuat oleh salah satu atau beberapa orang bawahanmu.

Tetap Tenang Meski Tidak Menyukai Bawahan

Bawahan yang tidak kamu sukai bisa saja membuat masalah. Tapi, sebagai atasan, kamu tentu harus tenang saat memimpin. Carilah jalan keluar dari permasalahan yang ada. Tetap libatkan semua bawahanmu saat mencari pemecahan masalahnya. Dengan begini, kamu bisa memberikan teladan. Baik pada bawahan yang tidak kamu sukai, maupun pada bawahan yang lain.

Menjadi atasan bukanlah berarti kamu harus terus menjadi seorang manajer. Lebih dari itu, kamu juga harus berperan sebagai leader. Kemampuan leadership sangat diperlukan untuk bisa memimpin. Terlebih jika kamu tidak menyukai salah seorang atau beberapa orang bawahan. Di saat seperti inilah kemampuan kepemimpinanmu sebagai atasan akan diuji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here