Tak Ingin Terjebak Drama di Kantor? Segera Lakukan Ini

Setiap karyawan pasti pernah mengalami drama di kantor, alias, kejadian, konflik atau masalah yang membuatnya tidak nyaman bekerja. Penyebabnya bisa beragam. Di antaranya persaingan jabatan/posisi kerja, gosip tidak menyenangkan, atau atasan tidak profesional.

Sebuah kejadian atau peristiwa di kantor akan menjadi drama kalau memiliki tiga persyaratan, yaitu, adanya ketidakjelasan, adanya resistensi dan melibatkan sebuah hubungan. Baik hubungan antar rekan kerja maupun hubungan atasan-bawahan.

Semisal, kamu sudah menjadwalkan meeting, namun pemimpin meeting sewot karena salah satu peserta tidak hadir. Karena kejadian ini hubunganmu dengan pemimpin meeting menjadi renggang.

Dari contoh di atas, ketidakjelasan terjadi karena salah satu peserta tidak hadir. Sedangkan alasan ketidakhadirannya tidak diketahui, sehingga masing-masing pihak menjadi tidak saling memahami. Sedangkan bentuk resistensinya, yaitu pemimpin meeting menjadi sewot. Hal ini menyebabkan hubungan kamu dengan pemimpin meeting menjadi tidak harmonis.

Drama dan Produktivitas Kerja

Resistensi yang terjadi akibat drama di kantor akan menyebabkan kerugian bagi banyak pihak. Pasalnya, resistensi bisa menjadi penyebab adanya:

  • Gosip dan penyebaran kabar burung;
  • Komplain dan kemarahan;
  • Menghilangnya feedback;
  • Menilai/menuduh rekan kerja tanpa alasan jelas;
  • Membandingkan suatu peristiwa/kejadian dengan peristiwa/kejadian lain.

Beberapa hal di atas berpotensi memicu konflik. Kalau konflik sudah terjadi maka produktivitas akan menurun. Pasalnya, perhatian karyawan tersita oleh konflik tersebut. Akibatnya kerugian bisa terjadi. Di antaranya, penjualan menurun, tingkat pelayanan kepada konsumen berkurang, progres kerja terhambat, dan lain-lain.

Konflik juga bisa menimbulkan stres. Bahkan bisa mengakibatkan pengunduran diri karyawan dari posisi/pekerjaannya.

Cara Menghindari dan Mengatasi Drama di Kantor

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari atau menyelesaikan drama di kantor. Yang pertama, berbaik sangka pada semua rekan kerja, bawahan atau atasan. Pahamilah bahwa rekan kerjamu selalu bermaksud baik lewat tugas atau pekerjaannya.

Kalau timbul masalah, gunakanlah empati dan bukan simpati. Pasalnya, empati lebih bersifat membangun. Selain itu, jika kamu ingin turut menyelesaikan masalah, cobalah untuk terlebih dahulu menghilangkan ego pribadi.

Baca Juga: Cegah Konflik, Hindari Ini agar Tidak Ada Miskomunikasi di Kantor

Kamu juga harus menyadari bahwa kemarahan tidak menyelesaikan masalah. Mendiskusikan masalah selalu lebih baik dibandingkan mengumbar kemarahan. Selain itu, gunakan data dan fakta dalam menyelesaikan masalah.

Di sisi lain, preferensi dan ego pribadi tidak menjamin pencapaian tujuan. Tujuan akan lebih mudah dicapai jika ada kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan feedback.

Selanjutnya, cobalah menyadari bahwa masalah selalu akan muncul, karena masalah merupakan bagian dari kesuksesan.

Dengan memahami beberapa hal di atas, maka kamu akan bisa menghindari drama di kantor. Kalaupun terjebak di dalamnya, kamu akan mudah mengatasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here