Urutan Berkas Lamaran Kerja agar Cepat Diundang Wawancara

Meski bukan hal yang mutlak, kelengkapan dokumen ikut memengaruhi peluang kamu untuk diundang ke sebuah wawancara kerja. Untuk itu, ada baiknya kamu mengetahui dokumen apa saja yang harus ada dalam sebuah berkas lamaran. Yang tidak kalah penting, kamu juga harus mengetahui urutan penempatan dokumen di berkas lamaran kerja yang akan dikirim.

Umumnya kandidat karyawan bisa mengirimkan berkas lamaran pekerjaan dalam tiga format, yaitu hard copy (berbentuk cetak di kertas), soft copy (berbentuk file) dan profil. Khusus profil, format ini biasanya dicantumkan di situs pencarian kerja atau networking.

Bagi kamu yang ingin mengirimkan berkas lamarannya dalam bentuk hard copy, kamu bisa menggunakan urutan berkas lamaran kerja berikut ini:

Curriculum Vitae: Urutan Pertama Berkas Lamaran Kerja

Seringkali kandidat karyawan menempatkan CV atau daftar riwayat hidup di urutan paling belakang dari berkas lamaran. Padahal, sebelum dokumen lainnya, rekruter ingin melihat skill dan kemampuan kandidat karyawan terlebih dahulu.

Oleh karenanya, ada baiknya kamu menempatkan CV atau daftar riwayat hidup di bagian terdepan dari berkas lamaran kerja yang akan dikirimkan. Dengan begini, rekruter akan lebih cepat menemukannya. Ingat, untuk satu posisi kerja yang ditawarkan, rekruter bisa menerima ratusan berkas lamaran lho.

Surat Lamaran Kerja

Selanjutnya, kamu bisa menempatkan surat lamaran kerja. Jangan lupa untuk membaca kembali surat lamaran yang akan kamu sertakan. Hal ini untuk menghindari kesalahan menuliskan posisi yang kamu lamar atau kesalahan typo.

Setelah surat lamaran, kamu bisa menyertakan rincian berkas yang mencantumkan daftar dokumen apa saja yang kamu kirimkan dalam surat lamaran. Dimulai dari CV hingga yang dokumen terakhir, yaitu dokumen tambahan. Khusus daftar dokumen, berkas ini tidak harus kamu sertakan dalam berkas lamaran yang kamu kirimkan.

Baca Juga: Pedoman Membuat CV Bahasa Inggris beserta Contohnya, Simak Ya!

Portofolio

Selain resume, portofolio juga merupakan media untuk menjual kemampuanmu pada perusahaan. Dokumen ini umumnya dicantumkan oleh kandidat yang ingin melamar untuk posisi kreatif. Semisal desain, web desain, IT, dan lain-lain. Isinya merupakan daftar karya/proyek apa saja yang sudah kamu buat. Jika diperlukan, kamu juga bisa mencantumkan testimoni dari klien.

Dalam menyajikan portofolio, ada baiknya kamu memilih karya/proyek terbaik. Selain itu, hindari mencantumkan karya/proyek yang sudah lama.

Paklaring/Surat Pengalaman Kerja

Jika membutuhkan paklaring sebagai salah satu berkas lamaran, kamu bisa memintanya pada perusahaan tempat kamu pernah bekerja atau perusahaan dimana sekarang kamu sedang bekerja. Lakukan sesaat sebelum kamu resign. Untuk hal ini, kamu bisa memintanya pada HRD atau atasanmu.

Sebelum menyerahkan paklaring di berkas lamaran, periksa kembali bagian yang menyatakan tanggal dan masa bekerja di perusahaan. Selain paklaring kamu juga bisa menyertakan Surat Keterangan Kerja atau Surat Referensi Kerja.

Dokumen Pelengkap dan Dokumen Tambahan

Urutan dokumen berikutnya dari berkas lamaran kerja, yaitu dokumen pelengkap. Dokumen ini jumlahnya bisa lebih dari satu lembar. Di antaranya pas foto, ijazah, kartu identitas, dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Setelah dokumen pelengkap kamu bisa menyertakan dokumen tambahan. Dokumen tambahan berisikan sertifikat pelatihan atau magang. Bisa juga merupakan sertifikat keorganisasian atau seminar.

Nah, itulah urutan dokumen yang bisa kamu sertakan di berkas lamaran kerja yang akan dikirim. Sebelum mengirimkan ada baiknya kamu memeriksa kembali apakah urutannya sudah benar atau adakah yang belum disertakan. Agar rekruter bisa menerima berkas lamaran dalam keadaan lengkap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here