Verifikasi Referensi: Tips Mendapatkan Kandidat Karyawan Potensial

Tidak jarang kandidat karyawan menyertakan referensi pada CV atau resume yang dikirimkannya. Hal ini untuk mendukung keabsahan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karenanya, sudah menjadi tugas dari rekruter untuk melakukan verifikasi kebenaran referensi tersebut.

Referensi umumnya berisikan nama seseorang, posisi pekerjaan serta perusahaan dimana kandidat pernah bekerja, berikut nomor teleponnya. Nama-nama yang tercantum diharapkan bisa memberikan konfirmasi kebenaran informasi yang diberikan oleh kandidat karyawan. Selain itu, nama-nama tersebut juga diharapkan bisa memberikan informasi lain terkait kinerja atau track record kandidat.

Namun, seringkali kandidat karyawan memalsukan referensi kerja yang diberikan. Tujuannya tentu saja agar rekruter meloloskan kandidat ke tahapan seleksi berikutnya. Kalau ini terjadi tentunya rekruter tidak berhasil mendapatkan kandidat karyawan potensial. Karenanya, rekruter harus mampu membedakan mana referensi palsu dan mana yang asli.

Cara Memalsukan Referensi

Jika kamu rekruter, sebelum memverifikasi referensi, tidak ada salahnya untuk mengenali cara-cara kandidat memalsukan referensinya. Salah satunya dengan memberikan nama orang terdekat. Semisal, teman atau saudara. Dengan begini, jika kamu menghubungi maka teman atau saudara kandidat, maka mereka akan memberikan informasi palsu mengenai kemampuan atau track record kandidat.

Jika kandidat menyertakan surat referensi, kandidat bisa memalsukan surat referensi tersebut. Meskipun nama-nama dan informasi yang tercantum di dalamnya benar. Umumnya, cara ini digunakan oleh kandidat yang punya hubungan dekat dengan atasannya terdahulu. Karenanya, informasi yang diberikan bisa saja palsu.

Baca Juga: Ingin Menghindari Kandidat Ghosting saat Mendapat Tawaran Kerja? Ini Cara Mencegahnya

Cara Mudah Melakukan Verifikasi Referensi

Cara yang paling mudah tentu saja menghubungi nomor telepon yang diberikan. Namun, selain berbicara dengan nama yang direferensikan, mintalah juga untuk berbicara dengan mantan atasan atau mantan rekan kerja kandidat yang lain. Sehingga, kamu bisa memastikan bahwa kandidat sudah memberikan referensi yang benar. Selain itu, informasi yang didapatkan nantinya bisa lebih obyektif.

Kamu juga bisa mencek akun media sosial kandidat. Dari unggahan yang ada carilah informasi yang terkait kemampuan dan pengalaman kerja kandidat sebelumnya. Kalau menemukan hal-hal yang mencurigakan maka kamu bisa melakukan konfirmasi pada kandidat.

Cara lainnya dengan mencek dokumen lain selain CV atau resume. Kamu bisa mencari tahu apakah informasi yang tercantum dalam dokumen tersebut mendukung kebenaran informasi yang ada pada referensi yang diberikan.

Mencari Tahu Motivasi Kandidat

Selain melakukan verifikasi referensi kamu juga tentunya melakukan wawancara dengan kandidat. Saat wawancara kamu bisa memastikan apakah kandidat punya kecenderungan memberikan referensi palsu. Caranya dengan mencari tahu motivasi dari kandidat memalsukan referensi.

Umumnya ada beberapa hal yang menyebabkan kandidat memalsukan referensinya. Salah satunya yaitu kandidat tidak memiliki skill atau kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Tapi, kandidat sangat ingin diterima bekerja.

Alasan lainnya, kandidat merasa perusahaan tidak akan membuang waktu dan tenaga untuk memverifikasi referensi yang diberikan. Namun, ada juga kandidat yang melakukannya karena ia tidak memiliki waktu atau malas meminta surat referensi dari perusahaan yang lama.

Dengan memperhatikan beberapa hal di atas, proses melakukan verifikasi referensi bisa lebih efektif dilakukan. Sehingga, kamu bisa mendapatkan kandidat karyawan yang benar-benar potensial untuk menempati posisi pekerjaan yang ditawarkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here