Topan Kong-Rey Hantam Okinawa, Jepang

Topan Kong-Rey
Designed by Kireyonok_Yuliya

Angin topan Kong-rey menghantam Prefektur Okinawa di Jepang selatan, Jumat (5/10/2018) pagi waktu setempat. Ini adalah badai kedua yang menyerang wilayah itu dalam waktu kurang dari seminggu.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan warga untuk waspada terhadap hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, longsoran lumpur, dan banjir.

Topan kuat itu bergerak ke utara-barat laut melewati Okinawa, sebut badan penyiaran umum Jepang, NHK, seperti dilansir Job-Like Magazine.

Enam orang terluka karena tertiup oleh hembusan kuat angin topan. Lebih dari 15.000 rumah di prefektur itu tidak teraliri listrik.

Badai petir diperkirakan melanda Okinawa dan wilayah tetangga Kyushu. Badai tersebut bisa menurunkan lebih dari 50 milimeter hujan per jam pada Jumat ini.

Maskapai penerbangan telah mengumumkan hampir 150 penerbangan domestik yang dijadwalkan pada hari ini dari dan ke Okinawa, dibatalkan.

Badan Meteorologi Jepang menginformasikan, Topan Kong-rey diperkirakan akan melewati pulau utama Okinawa dan bergerak ke timur laut. Hujan lebat dan angin kencang diperkirakan dari barat ke Jepang utara selama akhir pekan.

Badai itu juga akan menghantam Korea Selatan pada Sabtu (6/10/2018).

Kong-rey disebut akan menjadi topan terburuk ketiga di Jepang selama tahun ini setelah Topan Jebi dan Trami. Topan Jebi dan Trami menyebabkan kerusakan di banyak tempat di Negeri Matahari Terbit itu.

Jauh hari pemerintah Jepang sudah memperingatkan tentang mendekatnya topan Kong-rey ini. Badan Meteorologi Jepang menginformasikan, Kong-rey memiliki berkekuatan maksimum 78 mph dengan hembusan hingga 112 mph. Topan itu akan menuju ke utara sekitar 12 mph, seperti dilansir dari CBSNews, Jumat.

Pada Kamis (4/10/2018), beberapa bagian wilayah di Okinawa dan sejumlah pulau kecil di Jepang selatan lainnya sudah turun hujan, angin juga mengencang dan ombak meninggi.

Sejumlah ilmuwan menyebut Topan Kong-rey memiliki karakter yang sama dengan Topan Prapiroo yang merusak pada awal Juli 2018 lalu. Angin topan ini melintasi wilayah Jepang Barat dan Semenanjung Korea.

Topan Prapiroon menyebabkan salah satu kerusakan terbesar setelah gempa dan tsunami yang menerpa Jepang pada 2011. Ratusan orang dilaporkan terluka dan puluhan tewas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here