Transfree, Permudah Transfer Uang ke Luar Negeri Tanpa Biaya Transfer

Crisman Wise Patuan Silaban (Founder & CEO Transfree) bersama Sri Mulyani (Mentri Keuangan Indonesia ke-26). (FOTO: dok. pribadi)

Siapapun bisa menjadi entreprenuer. Siapapun bisa membangun bisnis perusahaan rintisan atau startup. Tapi, entrepreuner sukses harus memiliki kejelian untuk melihat adanya permasalahan publik yang membutuhkan solusi. Kejelian ini yang menjadi modal Crisman Wise Patuan Silaban untuk mendirikan Transfree, platform transfer uang antarnegara.

Usia Transfree memang baru seumur jagung. Transfree didirikan Crisman pada 2018. Startup fintech ini diperuntukkan sebagai solusi bagi orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Melalui Transfree, mereka bisa mengirimkan uang ke tanah air tanpa dikenai biaya transfer.

Free transfer fee atau bebas biaya transfer memang keunggulan yang membedakan Transfree dari media transfer uang lainnya. Benefit ini menjadi pondasi Transfree tidak terlepas dari pengalaman Crisman ketika mengalami kesulitan transfer uang semasa kuliahnya di Birmingham, Inggris.

Ketika hidup merantau sebagai mahasiswa asing di University of Birmingham, Crisman merasakan pahitnya berurusan dengan transfer uang ke dan dari Indonesia. Pasalnya, ia harus merelakan uangnya terpotong cukup besar akibat biaya transfer yang cukup tinggi dari platform transfer uang internasional.

Baca Juga: Filosofi Ikigai Jepang Lahirkan Startup untuk Solusi Pendidikan Indonesia

Kondisi serupa dialami mahasiswa Indonesia lainnya di sekitar Inggris dan negara-negara tetangga, serta para pekerja migran Indonesia (PMI). Permasalahan ini menggelitik Crisman untuk  menyediakan solusi setelah ia menyelesaikan studi Magisternya dan kembali ke Indonesia.

“Transfree berdiri karena kita melihat adanya masalah kritis untuk orang-orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Karena ini masalah orang Indonesia yang ada di luar negeri, jadi kurang terasa bagi banyak orang, dan kurang diperhatikan. Tapi, saya mengalaminya,” ujar Crisman kepada Job-Like Magazine. 

“Awalnya kami memulai Transfree untuk student-student di Inggris. Seiring perjalanan, ternyata masalah terbesarnya ada pada teman-teman PMI. Mereka telah bekerja keras, tapi sewaktu mengirim uang ke Indonesia ada fee transfer yang kadang kurang bersahabat,” tuturnya.

“Karena itu kami ingin mendirikan platform transfer yang benar-benar Indonesian based dan didedikasikan khusus untuk kirim uang diaspora, student, atau pekerja Indonesia di luar negeri. Meski tidak bisa sebesar platform yang sudah ada, tapi ini bisa menjadi solusi kecil bagi masalah yang ada.”

Transfree Menjadi Solusi Kecil untuk Transfer Uang Internasional

Crisman Wise Patuan Silaban presentasi dalam co-incubation di Armenia. (FOTO: dok. pribadi)

Memberikan solusi kecil bagi polemik yang dialami masyarakat Indonesia menjadi misi yang digaungkan Transfree. Crisman bermimpi ia dan timnya bisa menghilangkan momok kirim uang ke luar negeri, sehingga transfer uang internasional akan semudah dan semurah transfer uang lokal.

Impiannya ini merupakan wujud dari pengabdiannya sebagai alumni mahasiswa penerima beasiswa program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementrian Keuangan. Setelah lulus dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Crisman langsung melanjutkan Sarjana-2 dengan program LPDP di University of Birmingham.

Masa kuliahnya di Birmingham diakui Crisman turut mengasah pola berpikir dan skill berbisnisnya. Terlebih ia menerima banyak insight dengan bertemu banyak orang dengan ragam latar belakang pendidikan dan budaya.

“Saya sebisa mungkin selama masih muda untuk melihat dunia. Karena itu saya memutuskan setelah lulus langsung coba S2 untuk melihat dunia secara langsung. Saya menerima banyak knowledge baru dengan melihat begitu banyak perbedaan, tren, dan juga ilmu-ilmu yang, khususnya yang di luar kuliah,” ujar Crisman.

“Ibaratnya, mata saya menjadi lebih terbuka lagi. That’s how they do it. Saya mempelajari pola pikirnya. How they solved the problem. Hal-hal seperti itu yang sangat membekali saya untuk membangun bisnis ini,” lanjutnya.

Berbekal skill yang semakin terasah dan pengalamannya, meski Transfree baru berusia setahun, startup ini telah melayani lebih dari Rp10 milyar transaksi antara Indonesia, Eropa dan Australia. Pada tahun 2018, Transfree juga ditahbiskan sebagai juara I Entrepreuner Summit LPDP 2018 yang digelar Kementrian Keuangan, dan masuk Top 20 Most Fundable Startup 2018 di Indonesia Fundfest 2018.

Selain itu, Transfree telah mengesahkan bisnisnya di mata hukum, dan tengah memroses perizinan transfer dana di Bank Indonesia. Sehingga ke depannya, konsumen semakin yakin dengan sistem keamanan transfer uang melalui Transfree.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here