Tren Kuliner di Go-Food Selama Tahun 2018, Favoritmu yang Mana?

kilas balik go-food 2018
Dari kiri ke kanan : Aristo Kristandyo (VP Marketing Go-Food), Jacqueline Hassan (Pemilik Kedai Kopi Janji Jiwa), Fahri (Mitra Gojek Berprestasi), dan Catherine Hindra Sutjahyo (Chief Commercial Expansion GOJEK) / Kiky Waode

Wisata kuliner menjadi salah satu ajang refreshment yang suka dilakukan oleh sebagian orang, untuk sekedar melepas penat sambil menjajal aneka kuliner yang sedang hits. Kuliner bukan lagi menjadi kebutuhan hidup melainkan juga gaya hidup, terutama bagi kaum urban. Jika, dahulu untuk berwisata kuliner kita harus datang ke lokasi kedai dan harus menunggu antrian, sekarang di zaman serba digital kita bisa berwisata kuliner kapanpun dan dimanapun tanpa harus berlama-lama mengantri.

Go-Food sebagai bagian dari aplikasi GOJEK menjadi salah satu platform terpopuler tahun 2018, untuk memenuhi keinginan pecinta kuliner berwisata kuliner secara online. Beraneka jenis makanan dan minuman terpampang dalam laman aplikasi. Pengguna dapat memilih jenis makanan dan minuman, tanpa harus ikut mengantri di kedai. Dalam waktu beberapa menit saja, makanan dan pesanan minuman Anda telah diantar oleh sang pengemudi. Selama tahun 2018, 500 juta makanan dan minuman telah berhasil diantar melalui aplikasi ini.

Tak hanya sebagai aplikasi yang memudahkan para penggunanya melakukan berbagai aktivitas, termasuk makan, menurut Catherine Hindra Sutjahyo Chief Commercial Expansion GOJEK kehadiran Go-Food juga meningkatkan aktivitas bisnis dari para merchant yang terdaftar di Go-Food. Awal tahun 2018, Go-Food memiliki 125.000 merchant dan di akhir tahun 2018 jumlah pertumbuhan merchant hampir mencapai 50% menjadi 300.000 merchant. Dalam hal ini, Go-Food turut mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

“Sistem kemitraan di Go-Food saya gambarkan seperti segitiga. Jadi, ada pengguna (user), mitra atau driver, dan pemilik merchant itu sendiri. Sehingga, tujuan kami sendiri dalam mengembangkan platform ini adalah ingin memberikan manfaat kepada ketiganya sehingga dapat terus berkembang, terutama bagi para pelaku UMKM,” ucapnya.

Nah, bagi pecinta kuliner mau tahu nggak sih makanan dan minuman yang nge-hits banget dalam pemesanan Go-Food sepanjang tahun 2018 ini?

Ini Dia Makanan dan Minuman yang Nge-Hits pada Pemesanan Melalui Aplikasi Go-Food Tahun 2018

Aneka Ayam

go-food

Bermunculannya kedai-kedai makanan siap saji yang menyajikan ayam sebagai menu utamanya, ikut mendorong masyarakat memesan aneka makanan paket ayam melalui aplikasi Go-Food. Rata-rata jenis makanan ini dipesan sebanyak 10 juta kali melalui aplikasi Go-Food.

Baca Juga: Mengintip Serunya Sensasi Tren Kuliner 2019

Aneka Nasi

go-food
Sumber : Traveling Yuk

Sebagai orang Indonesia belum afdol rasanya kalau makan tanpa pakai nasi. Nah, jenis makanan paket nasi menjadi peringkat kedua dalam makanan yang paling banyak dipesan melalui aplikasi Go-Food. Dalam 1 bulan, makanan aneka paket nasi ini bisa dipesan sampai 3,5 juta kali, lho!

Baca Juga: Inilah 10 Restoran di Jakarta yang Buka 24 Jam

Kopi

go-food
Sumber: Line Today

Seiring bermunculannya kedai kopi rumahan turut mendorong para pelaku bisnis untuk mendaftarkan kedainya ke dalam aplikasi Go-Food. Tentu bukan tanpa alasan. Menurut pemilik kedai kopi Janji Jiwa, Jacqueline Hasan, hal tersebut membawa keuntungan baginya untuk memperkenalkan kedai kopi yang baru berdiri sejak Oktober 2018 tersebut kepada para pecinta kopi.

“Sejak bergabung menjadi merchant, kami tidak khawatir untuk memikirkan cara memperluas pasar karena solusi teknologi yang ditawarkan oleh Go-Food memungkinkan produk kita untuk dipesan tanpa harus datang langsung ke kedai kopi kami. Kini, produk kuliner kami tidak hanya bisa dinikmati para pengunjung yang telah mengetahui lokasi kedai kopi kami tetapi juga sudah dikenal dan dinikmati oleh para pecinta kopi di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Dalam waktu 1 bulan, pemesanan kopi melalui aplikasi Go-Food mencapai 1,5 juta kali pemesanan.

Aneka Mie

go-food
Sumber: makanlagi

Jenis variasi olahan mie turut meramaikan pasar kuliner bagi masyarakat Indonesia. Tak heran, jika penikmatnya pun selalu ingin terus mencoba olahan mie yang baru dan unik. Dalam waktu 1 bulan, makanan aneka mie dipesan sebanyak 1,5 juta kali melalui aplikasi Go-Food.

Martabak

go-food
sumber: Malang Culinary Lounge

Sempat geger dengan Martabak Markobar yang dikenalkan oleh Gibran Rakabuming Raka, aneka martabak yang menawarkan berbagai jenis rasa dan bentuk ikut bermunculan. Kudapan ini ikut menjadi trending dalam pemesanan aplikasi Go-Food yang mencapai 700.000 pemesanan dalam waktu 1 bulan.

“Dari seluruh daerah operasionak Go-Food, 5 kota dengan pertumbuhan transaksi makanan paling tinggi yaitu di Sukabumi, Samarinda, Balikpapan, Padang, dan Cirebon. Ini menandakan bahwa antusiasme pelanggan dalam memanfaatkan jasa antar makanan Go-Food telah merambah kota-kota di luar Jabodetabek. Pertumbuhan ini diharapkan bisa terus meningkat dan lebih banyak menjangkau pasar yang lebih luas. Sehingga dapat berkontribusi lebih banyak lagi terhadap perekonomian,” tambah Aristo Kristandyo, VP Marketing Go-Food.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here