Tren Rekrutmen Karyawan di Masa Pandemi Covid-19, Kayak Apa Ya?

Tren rekrutmen karyawan diperkirakan akan berubah seiring pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Proses rekrutmen langsung berupa tatap muka, entah itu tes maupun wawancara, pasti dikurangi. Perusahaan butuh cara baru untuk bisa merekrut karyawan terbaik meski dengan kondisi darurat seperti ini.

Berikut beberapa tren rekrutmen karyawan yang kemungkinan bisa diadaptasi oleh HRD di perusahaan. Persiapkan dirimu juga ya untuk mengikuti alur penerimaan karyawan yang baru!

Video Singkat dari Kandidat

Tidak hanya butuh CV semata, tren rekrutmen karyawan masa kini pun digadang-gadang butuh hal baru. Video dari pelamar dianggap cukup efektif untuk memberikan sekilas gambaran mengenai calon karyawan. Jadi, HRD bisa memberikan penilaian lebih mendalam sejak awal screening CV.

Cara ini mempermudah HRD menemukan bibit karyawan terbaik sehingga proses rekrutmen bisa lebih efisien. Beberapa perusahaan startup sendiri tampaknya sudah menerapkan persyaratan ini saat merekrut karyawan.

Tes Kerja via Email dan Website

Memanggil para calon karyawan untuk mengikuti psikotes dianggap berisiko di masa pandemi. Oleh sebab itu, alternatif untuk melakukan tes secara online mau tidak mau harus dilakukan. Bentuk tes sendiri bisa beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Jika perusahaan butuh hasil tes yang lebih valid dan real time, ada baiknya mengadakan tes online serentak via website. Namun, tidak ada salahnya juga memanfaatkan email untuk mengadakan tes bagi calon karyawan. Para pelamar kerja pun diharapkan segera menyesuaikan diri dengan tren rekrutmen karyawan yang baru ini.

Baca Juga: Apa Saja yang Dilakukan Perusahaan Saat Pengecekan Referensi Kerja?

Wawancara HRD via Video Conference

Jika sudah menyeleksi calon karyawan di tahap tes, maka tahap selanjutnya adalah wawancara. Tentu wawancara via video conference sudah sewajarnya lazim dipakai. Kandidat yang lolos tes tidak perlu datang ke kantor, melainkan cukup melakukan wawancara dari rumah.

Cara ini dipandang lebih praktis dan efisien, apalagi bisa menghemat biaya dan waktu. HRD pun bisa lebih fleksibel mengatur jam wawancara bagi para kandidat yang lolos. Tentu saja pelamar kerja tetap butuh memerhatikan gaya berpakaian dan kesopanan meski wawancara jarak jauh.

Tatap Muka Langsung di Tahap Wawancara User

Meski semua tahap rekrutmen bisa dilakukan jarak jauh, bukan berarti tatap muka dengan calon karyawan dihilangkan. Tren rekrutmen karyawan berikutnya lebih menitikberatkan pada pertemuan user dan kandidat secara langsung.

Di tahap wawancara user, jumlah kandidat yang bersaing tentu jauh lebih sedikit. Hal ini lebih memudahkan HRD dalam mengatur waktu dan tempat agar tidak berisiko saling kontak lebih lama. Para calon karyawan pun hanya butuh sekali datang ke kantor selama proses rekrutmen tanpa perlu bolak-balik.

Nah, siapkah kamu dengan tren rekrutmen karyawan yang baru ini? Semoga kita sama-sama bisa lekas adaptasi dengan kondisi baru sekarang ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here