Trik Menurunkan Return Rate agar Bisnis Online Selalu Profit

Salah satu risiko yang harus dihadapi dari berjualan barang secara online, yaitu pembeli kecewa setelah menerima barangnya. Hal ini menyebabkan return rate atau tingkat pengembalian barang meningkat. Oleh karena itu, kamu harus menurunkan return rate agar bisnismu bisa menguntungkan.

Ada banyak alasan mengapa pembeli kecewa setelah menerima barang. Misalnya, barang tidak sesuai dengan pesanan atau barang cacat. Kalau sudah begini, kamu harus melakukan pengiriman ulang yang prosesnya bisa merepotkan dan merugikan dari sisi keuangan.

Namun, hal-hal seperti di atas sebenarnya bisa diatasi dengan menurunkan return rate. Caranya adalah sebagai berikut:

Menurunkan Return Rate dengan Memperjelas Informasi Produk

Salah satu cara mengurangi return rate yaitu dengan memastikan pembeli mengetahui benar apa yang dibeli. Untuk itu, kamu harus mencantumkan beberapa informasi penting mengenai produk di website atau platform jual-beli yang kamu gunakan, di antaranya:

  • Manfaat penggunaan produk, spesifikasi dan fitur produk.
  • Foto atau video produk yang jelas. Jika perlu, sertakan pula cara penggunaannya.
  • Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pembeli/konsumen terkait produk.
  • Review atau rating yang diberikan oleh pembeli sebelumnya.

Baca Juga: Segera Bangun Bisnis Online Anda dengan Mengintip Ide-Ide Berikut Ini

Mengurangi Risiko Pengiriman

Ada kalanya, produk yang dibeli mengalami kerusakan atau cacat saat proses pengiriman. Jika produk seperti ini sampai ke tangan pembeli, tentu saja pembeli akan kecewa. Oleh karena itu, kamu harus memastikan jasa pengiriman barang yang digunakan terjamin kualitasnya.

Ada baiknya, jasa pengiriman yang digunakan bukan hanya mampu mengirim barang dengan cepat, tapi juga mampu mengirim barang dengan aman.

Mencatat Data Pengembalian untuk Mengurangi Return Rate

Saat pembeli memutuskan untuk meminta pengembalian barang, pastikan pihak pengadaan/pengiriman mencatat alasan mengapa pembeli tersebut meminta pengembalian barangnya. Catat pula beberapa informasi lainnya, seperti: jenis barang yang dibeli, harga, area pengiriman, dan-lain-lain.

Hal ini penting karena dengan memiliki data yang lengkap, kamu bisa mengetahui apa alasan utama konsumen meminta pengembalian barang. Sehingga, ke depannya kamu bisa memperbaiki hal tersebut.

Meningkatkan Kepuasan Konsumen

Saat pembeli meminta pengembalian barang, cobalah untuk menjadikan pengalaman buruk berbelanja yang terjadi menjadi hal yang positif. Dengan begini, kamu menjaga tingkat kepuasan pembeli. Agar pembeli tetap bersedia melakukan pembelian ulang di toko online kamu. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kepuasan pembeli, yaitu,

  • Menawarkan untuk menukar dengan produk yang lebih baik;
  • Memberikan bonus tambahan;
  • Menawarkan ongkos kirim gratis;
  • Mempercepat proses pengiriman ulang.

Mengantisipasi Penipuan Pembeli

Salah satu penyebab return rate naik adalah adanya penipuan yang dilakukan pembeli. Modusnya bisa bermacam-macam, di antaranya:

  • Pembeli mengaku tidak menerima produk.
  • Pembeli mengaku produk yang diterima tidak lengkap.
  • Pembeli mengirimkan ulang produk yang tidak sama dengan yang terkirim.
  • Pembeli merusak produk dan mengaku produk rusak saat diterima.

Untuk mengatasi hal-hal seperti di atas, kamu bisa melakukan antisipasi dengan cara mendokumentasikan keadaan produk saat akan dikirim. Pendokumentasian ini bisa dilakukan dengan cara pengambilan gambar foto atau video produk sebelum terkirim atau pada saat dikemas.

Selain itu, tidak ada salahnya mengirimkan dokumentasi ini sebelum barang dikirimkan atau sebelum pembeli menerima barangnya.

Dengan menurunkan return rate, kamu bisa mengurangi biaya yang keluar akibat adanya pembeli yang meminta pengembalian barang. Sehingga kamu bisa mempertahankan dan meningkatkan profit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here