Trik Mengurangi Turnover dengan Meretensi Freelancer

Saat ini semakin banyak perusahaan merekrut remote worker atau pekerja freelance untuk menyelesaikan pekerjaan. Seperti juga karyawan tetap, perusahaan tentu berupaya meretensi atau mempertahankan para freelancer-nya. Meskipun, upaya meretensi freelancer sedikit berbeda dengan meretensi karyawan tetap.

Perbedaan terjadi karena freelancer tidak bekerja secara tetap di perusahaan. Oleh karenanya, freelancer juga tidak digaji secara tetap.

Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan jika kamu ingin meretensi karyawan.

Meretensi Freelancer dengan Menjaga Komunikasi

Freelancer umumnya tidak bekerja di kantor. Pasalnya, freelancer bukan bagian dari organisasi atau perusahaan. Oleh karenanya, komunikasi merupakan hal penting yang harus dijaga. Ketidakjelasan komunikasi bisa mengakibatkan pekerjaan tidak bisa diselesaikan dengan baik.

Lebih dari itu, komunikasi yang tidak terjalin dengan baik bisa menimbulkan salah paham, atau konflik yang berujung pada pemecatan atau pengunduran diri.

Menghargai Pekerja Freelancer

Freelancer tidaklah digaji oleh perusahaan secara tetap. Namun, bukan berarti kamu bisa memperlakukan freelancer seenaknya. Cobalah untuk menghargai keberadaannya dengan menjadikan freelancer sebagai bagian dari perusahaan. Caranya bisa dengan berterima kasih setelah pekerjaan diselesaikan atau diserahkan.

Cara lainnya, yaitu dengan mengajak mengundang freelancer ke kantor untuk menghadiri acara khusus. Kamu juga bisa meminta freelancer mengajukan ide bagi peningkatan kualitas pekerjaan.

Baca Juga: Jasa Freelance Ini Paling Sering Dicari Perusahaan, Kenapa Ya?

Merespon Freelancer dengan Baik

Status freelancer tidak terikat dengan perusahaan. Oleh karenanya, tingkat turnover freelancer lebih tinggi dibandingkan karyawan tetap. Freelancer yang merasa tidak puas dengan kerjasamanya dengan perusahaan akan lebih mudah memutuskan untuk resign.

Salah satu cara untuk mengurangi tingkat turnover ini dengan merespon keinginan freelancer dengan baik. Semisal, penetapan jadwal, dukungan material atau informasi yang dibutuhkan, serta bantuan saat freelancer mendapatkan masalah.

Membayar Freelancer Tepat Waktu

Pekerja freelance akan merasa dihargai dan diperhatikan jika pembayaran dari perusahaan dilakukan dengan tepat waktu. Pembayaran yang terlambat akan membuat freelancer meragukan keseriusan atau kemampuan perusahaan.

Demikian pula jika pembayaran dilakukan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Kedua hal tersebut bisa berujung pada pengunduran diri. Sebaliknya, dengan melakukan pembayaran tepat waktu, reputasi perusahaan akan terangkat.

Menyediakan Kontrak untuk Freelancer

Kontrak kerja tidak hanya diperlukan untuk melindungi kepentingan perusahaan saja. Lebih dari itu, dengan adanya kontrak kerja, perusahaan sebenarnya melindungi hak dan kepentingan freelancer. Selain itu, di dalam kontrak kerja juga tercantum informasi lain yang menjamin keberhasilan sebuah pekerjaan.

Beberapa hal di atas diharapkan bisa menjamin kerjasama antara perusahaan dan para freelancer. Jika upaya meretensi freelancer dapat dilakukan dengan baik, perusahaan tidak hanya bisa menurunkan tingkat turnover. Lebih dari itu, perusahaan bisa melakukan penghematan biaya perekrutan, atau mencurahkan perhatian kepada pekerjaan lain yang tidak kalah penting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here