Apa Saja Sih Tugas Supervisor Saat Memimpin Tim Kerja di Perusahaan?

Naik jabatan pasti menjadi impian semua orang yang berprofesi sebagai karyawan. Senang ya rasanya bila bisa menjabat sebagai supervisor setelah bekerja selama beberapa waktu. Rezeki berupa kenaikan jabatan tentu diimbangi dengan tanggung jawab yang lebih besar. Tugas supervisor bukan sekadar soal memerintah bawahan saja lho.

Kalau nanti kamu berhasil naik jabatan menjadi supervisor, pastikan kalau kamu bisa bertanggung jawab terhadap beberapa tugas supervisor berikut ini dengan baik:

Membuat Perencanaan (Planning)

Tugas supervisor yang pertama adalah membuat perencanaan kegiatan tim kerja sesuai dengan aturan perusahaan. Perencanaan sangat penting agar pencapaian tim sejalan dengan tujuan perusahaan.

Selain itu, perencanaan yang teliti juga penting untuk mengantisipasi risiko yang rentan terjadi selama proses kerja berlangsung. Jadi, kamu wajib merencanakan alur kerja dengan baik sekaligus berusaha memaksimalkan potensi tim kerja.

Baca Juga: Kriteria Karyawan Bisa Naik Jabatan, Kamu Sudah Memilikinya?

Menempatkan Staf Secara Tepat (Staffing)

Seorang supervisor juga patut bertanggung jawab terhadap penempatan staf secara tepat. Tugas supervisor yang satu ini mengharuskanmu untuk peka memperkirakan jumlah dan posisi staf yang diperlukan pada divisimu.

Penentuan tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh proses kerja berjalan dengan baik. Penempatan staf sesuai dengan bakat dan kemampuan kerja juga dapat meminimalkan stres kerja sehingga produktivitas karyawan meningkat dan turnover karyawan menurun.

Mengatur Aktivitas Kerja (Organizing)

Jika kamu menempati posisi supervisor, kamu juga wajib melakukan koordinasi berbagai aktivitas supaya proses kerja berlangsung efektif. Pengawasan kinerja staf harus dilakukan secara teliti untuk meminimalkan kesalahan.

Namun, bukan berarti tugas supervisor untuk mengawasi bikin kamu boleh melakukan micro manage, ya. Kamu harus tetap memberikan kepercayaan penuh kepada para staf untuk menunjukkan performa kerja secara maksimal.

Mengarahkan Alur Kerja (Directing)

Suatu tim kerja tidak dapat berkoordinasi dengan baik tanpa arahan dari supervisor. Itulah sebabnya, tugas supervisor sangat penting untuk mengarahkan alur kerja tanpa membatasinya secara berlebihan. Dalam proses pengarahan, seorang supervisor juga harus jeli menyiapkan beberapa alternatif untuk mengatasi risiko yang bisa muncul.

Tugas directing membutuhkan kerja sama antara supervisor dan divisi HRD sehingga kualitas SDM perusahaan semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

Mengawasi Ruang Lingkup Kerja (Controlling)

Proses kerja yang sudah berlangsung efektif tetap membutuhkan pengawasan. Tugas supervisor untuk mengawasi ruang lingkup kerja menjadi sangat penting dan harus dilakukan secara ekstra cermat. Dalam proses pengawasan, supervisor wajib memantau produktivitas staf serta memberikan feedback yang bersifat membangun. Jangan sampai semangat tim kerja malah menurun akibat proses kontrol yang berlebihan dan mengekang.

Jadi, jangan menganggap tugas supervisor itu lebih ringan, ya. Kalau kamu dipercaya menempati jabatan tersebut, berarti kamu harus menunjukkan kontribusi terbaik sebagai seorang pemimpin tim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here