Telkom Pilih 7 Startup Lolos Batch 1. Startup Apa Saja?

Tujuh perusahaan rintisan atau startup lolos batch 1 dalam tahap penjurian startup intake Indigo Creative Nation yang diselenggarakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Ketujuh startup ini bergerak di bidang edukasi, big data/artificial intelligence, kesehatan, dan small medium business. 

Menurut Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid, tujuh startup lolos batch 1 ini terpilih melalui proses seleksi yang ketat. Pihaknya melihat adanya prestasi dan dampak sosial kepada masyarakat melalui bisnis yang diangkat tiap-tiap startup

Melalui proses penyeleksian batch 1 ini, ketujuh startup akan memperoleh pendanaan masing-masing hingga mencapai Rp2 miliar. Pendanaan ini digunakan untuk program akselerasi. Sementara itu, dana sebesar Rp750 juta akan disuntikkan untuk program inkubasi.

“Perusahaan rintisan juga tentu saja berpotensi dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa yang akan datang,” bilang Fajrin dalam siaran persnya. 

Ajang Indigo Creative Nation merupakan inisiatif tahunan Telkom untuk meningkatkan daya saing, kemandirian, dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri digital kreatif. Hal ini ditandaskan oleh SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza.

“Kami harap pemenangnya akan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional dalam bidang digital business,” ujar Reza. 

Baca Juga: Startup di Indonesia Menjamur, Indonesia Duduk di Ranking 5 Besar Dunia

Nah, berikut tujuh startup lolos batch 1 Telkom

Educourse

Platform edukasi yang berfokus pada bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic), serta bahasa asing. Startup ini memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR), Artificial Intelligence (AI), dan Natural Language Processing (NLP) sehingga proses belajar lebih menyenangkan. 

Tumbasin.id

Platform ini memberdayakan para pedagang pasar tradisional untuk meningkatkan penjualan. Tumbasin juga membantu pedagang untuk mendapatkan akses perbankan melalui kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). 

Komerce

Startup ini menjadi jembatan antara UMKM dengan talenta digital yang melek teknologi. Tujuannya untuk mengakselerasi penetrasi market UMKM. Melalui Komerce diharapkan terbuka peluang kerja, menekan angka penduduk yang melakukan urbanisasi, meningkatkan daya saing, dan meningkatkan pendapatan UMKM melalui platform digital.

Allure

Allure mampu menerjemahkan swafoto konsumen menjadi data permasalahan kulit wajah. Proses ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kemudian akan merekomendasikan produk yang tepat untuk mengatasi masalah kulit wajah. Allure juga tengah mengembangkan teknologi Augmented Reality (AR) sehingga pengguna bisa mencoba produk make-up secara daring. 

HearMe

Platform penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) ini menggunakan model animasi dimensi (3D) untuk menjembatani komunikasi antara Teman Tuli dan Teman Dengar. Fitur Teman Tuli juga bisa merekam gesture dari Bisindo yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk teks atau suara. 

CtScope

Platform berbasis blockchain untuk mempermudah dokter melakukan pertukaran informasi kesehatan, misalnya manajemen rekam medis agar lebih cepat dan efektif.

Psikku

Startup ini menawarkan tes psikologi daring untuk individu maupun karyawan perusahaan. Pengguna bisa berkonsultasi dengan psikologi berlisensi. Melalui Psikku diharapkan pengguna mampu mengeksplorasi potensi dirinya untuk membantu proses pengambilan keputusan masa depannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here