Bidik Pasar Ekspor, UKM Harus Ubah Mindset Offline ke Online

Untuk bersaing secara global melalui e-commerce, UKM harus mengubah mindset mereka. (Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Masih banyak ruang yang harus dibenahi pemerintah terkait sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bila target bisnis ekspor oleh pelaku UKM ingin dicapai. Minimnya pengetahuan pelaku UKM atas informasi ekspor dan pentingnya peran e-commerce untuk menembus pasar global menjadi salah satu kendala.

Karenanya, Kemendag menggandeng Alibaba.com untuk mempermudah akses ekspor bagi UKM. Kerjasama ini disampaikan Olvy Andrianita, Direktur Fasilitasi Ekspor Impor Direktorat Jendral Perdagangan Luar Negeri Kemendag, di seminar Percepatan Transaksi Pemasaran Global melalui Media Non Konvensional, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (6/3).

Global market sangat penting. Kita ingin ada peluang ekspor bagi para UKM-UKM lokal. UKM kita saat ini tidak tahu (produk) mau dipasarkan melalui apa. Ada banyak yang memiliki ide brilian, produk yang bagus, tetapi mereka kesulitan memasarkan produk karena keterbatasan finansial dan sources. Bagaimana memanfaatkan peluang-peluang ini? Karenanya kami bekerja sama dengan Alibaba dan BNI dari pihak banking,” jelas Olvy.

Ia menegaskan market place menjadi potensi besar untuk global trading seiring era revolusi industri 4.0. Namun, tak hanya faktor finansial yang menjadi kendala, Olvy juga menuturkan pengetahuan dasar mengenai pentingnya tampilan produk yang baik untuk pemasaran e-commerce belum dimiliki para pelaku UKM.

Semisal, packing barang yang menarik menjadi faktor yang tak bisa diabaikan untuk menjaga kepercayaan konsumen dan persaingan nilai produk di level internasional. Permasalahannya, mayoritas pelaku UKM terkesan masih asal-asalan meracik produknya. Pun mengenai proses pengiriman yang cepat dan aman harus diperhatikan.

“Ini menjadi pe-er, ke depan bersama kementrian terkait dan pelaku industri, kita harus membenahinya sehingga bisa bersaing di global. Kita harus lebih belajar mengenai trade insurance,” jelas Olvy.

“Pergerakan perdagangan yang cepat membuat banyak juga yang menipu, baik dari orang lain maupun diri sendiri (supplier). Ingin cepat berbisnis baik tetapi tidak mau rugi. Ini yang harus segera dihilangkan. Kita harus memikirkan strategi baru untuk mendorong orang mau berbisnis online.”

Pentingnya Mengubah Mindset dari Offline menjadi Online Supplier

Adi Nugroho, Country Manager Alibaba.com, menilai ada satu poin terpenting yang harus dibenahi oleh pelaku UKM untuk menembus pasar global. Ia mengatakan perubahan mindset dari offline market menjadi online market harus terlebih dahulu dilakukan. Pasalnya, operasional bisnis offline dan online sangat berbeda.

Baca Juga: Rahasia Sukses Penjual Online Pertama di Alibaba.com

Contoh kecil, supplier harus bereaksi cepat menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari buyer. Ingat, buyer memiliki keterbatasan memahami produk yang ditawarkan karena tidak melihatnya secara fisik. Mereka hanya mengandalkan tampilan foto yang adakalanya terdapat perbedaan minor ketika produk sudah di tangan.

Mindset harus diubah, offline dan online berbeda. Jangan bilang semua (pesan) yang masuk itu spam, supplier harus tetap balasnya. Tidak ada yang tahu kapan buyer potensial itu datang. Dan itu yang bikin sukses atau tidak,” ucapnya.

“Melihat situasi ini, kalau UKM disuruh belajar dari nol, tidak akan jalan. Karena mereka harus mengurus dari awal, seperti menangani web. Meski di Indonesia ada banyak yang jual dari Instagram atau Facebook, walau hanya reseller. Tapi berbeda dengan market place.”

That’s why, ada ide untuk mengumpulkan mereka semua yang pintar (di digital marketing) supaya terjadi ekosistem yang bagus. Harus bersatu dulu baru bisa berjalan. Sehingga akan ada logistiknya, ada platform-nya, ada pihak bank.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here