Uniknya Hidangan Sego Sangit Sambal Kopi Di Lereng Surocolo Bantul

sego sangit
sumber: liputan 6

Ada kuliner unik dan tidak biasa saat berkunjung ke Bukit Surocolo Bantul, Sego Sangit sambal kopi namanya. Kuliner yang dijajakan di Warung Ereng-Ereng di Dusun Ngreco, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Apalagi suasana perbukitan yang asri menambah kenikmatan saat menyantap Sego Sangit.

Sesuai namanya Sego Sangit mirip dengan nasi bakar, dikemas menggunakan daun pisang. Sebelum dibakar, nasi dicampur daun kemangi dan teri nasi untuk menghasilkan aroma yang menggoda. Lauknya berupa ayam bakar, bisa ayam kampung atau ayam bakar dalam negeri. Keduanya dibedakan dari harga jual per porsi, yakni Rp. 35 ribu untuk seporsi Sego Sangit sambal kopi dengan ayam kampung dan Rp. 25 ribu untuk ayam dalam negeri.

Cara Memasak Hidangan Ini Tidak Sebentar, Daging Ayam Harus di Ungkep Semalaman

Cara memasak ayammya pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar, yakni diungkep dengan bumbu rempah semalaman. Tujuannya, agar bumbu meresap dan daging ayam empuk. Setelah diungkep kemudian nasi dibakar. Sayur pendamping menu ini adalah gulai kembang pisang dan jarum tiram. Bahan bakunya mudah diperoleh di sekitar desa, mengingat dikawasan tersebut terdapat budidaya jamur dan berlimpah tanaman pisang.

Selanjutnya yang tidak kalah unik adalah sambal kopi. Jemmy pemilik Warung Ereng-Ereng punya cerita soal sambal kopi. Ia teringat dengan sang ibu yang berasal dari Kebumen. “Kalau tidak ada terasi, ibu bikin sambal menggunakan bahan seadanya, adanya kopi ya pakai kopi,” kata Jemmy.

Ia mengungkapkan tradisi membuat sambal dengan bahan yang ada dan seadanya lazim dilakukan di Kebumen dan dia mencoba menerapkan itu dalam menu yang disajikan. Ia meracik sambal kopi dengan bahan kopi dari Menoreh, selain itu ia juga mencampur dengan beberapa bahan seperti kentang goreng, pisang wedang ereng-ereng, cabai, gula garam dan bawang putih.

Wedang Ereng-Ereng merupakan minuman andalan yang dijual di warungnya. Rasanya menghangatkan perut karena terdiri dari kapulaga, jahe, pandan, serai, gula jawa, serta potongan buah pisang.

“Sebenarnya pisang yang dicampurkan ke dalam wedang ereng-ereng ini lebih untuk mendapatkan aroma wangi,” ujar Jemmy. Segelas Wedang Ereng-Ereng dibanderol dengan harga yang bersahabat, yaitu Rp. 6 ribu.

Warung yang baru dibuka pada 29 Desember 2016 ini memang belum dikenal banyak orang. Kebanyakan tamu berasal dari Bantul dan DIY saja. Warung Ereng-Ereng buka mulai pukul 11.00-22.00 WIB. Untuk mencapai tempat ini dibutuhkan waktu sekitar 45 sampai 60 menit dari pusat Kota Yogyakarta. Pengunjung bisa lewat Jalan Parangtritis ke selatan atau Jalan Imogiri Barat ke selatan. Jadi, jika Anda sedang berlibur ke Yogyakarta, sempatkan untuk mampir di kuliner unik yang satu ini.