DPR Tetapkan Usia Minimal Menikah 19 Tahun, Tepat Secara Psikologis?

Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan usia minimal menikah, yakni usia 19 tahun. Dalam hal ini, DPR selaku lembaga legislatif telah megesahkan aturan tersebut dalam RUU Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Aturan ini tidak memandang jenis kelamin, baik pria maupun wanita baru diperbolehkan menikah dengan sah secara negara dan agama dengan usia minimal 19 tahun.

Bila aturan ini dilanggar, maka wali atau orangtua dari pasangan pernikahan di bawah umur yang bersangkutan bisa dikenakan pasal pidana.

Terkait aturan ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yambise, sangat mendukung aturan tersebut. Menurut Yohana, pernikahan anak sangat berpotensi besar mendatangkan masalah dalam kehidupan berumah tangga.

Baca Juga: Dana Pernikahan Terbatas? Trik Ini Bisa Membantu Mengatasinya

“Keputusan atas pengesahan RUU Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan ini sangat dinantikan dalam upaya menyelamatkan anak Indonesia atas praktik perkawinan anak,” ujar Yohana Yambise yang dikutip dari Suara.com.

Yohana menjelaskan, faktor yang mendukung aturan pernikahan tersebut adalah untuk menekan laju kelahiran dan menurunkan risiko kematian ibu, bayi, serta pekerja anak.

Sudut Pandang Psikologis Terakit Aturan Usia Minimal Menikah

Meski demikian, jika dilihat dari sudut pandang ilmu psikologis, nyatanya usia 19 tahun bukanlah usia yang ideal bagi seorang perempuan untuk menikah.

Melansir dari Suara.com, menurut sebuah studi dari Psychology Today yang dilakukan oleh peneliti sosiologis Amerika, Nicholas Wolfinger, usia ideal untuk menikah bagi perempuan adalah antara usia 28 hingga 32 tahun.

Pasangan yang menikah saat usia di bawah 20 tahun memiliki potensi sebesar 38 persen untuk mengalami perceraian dalam lima tahun pertama pernikahan mereka.

Sementara itu, bagi pasangan yang menikah di awal usia 20-an memiliki peluang sebesar 28 persen untuk bercerai. Kemudian bagi pasangan yang menikah di atas usia 35 tahun memiliki peluang bercerai paling rendah, yakni sebesar 17 persen.

Hasil studi ini disimpulkan berdasarkan nara sumber dengan kondisi finansial yang mapan, kondisi mental yang normal, seta kondisi fisiknya yang sehat sebelum menikah.

Meski demikian, bukanlah suatu hal yang mustahil bagi pasangan muda untuk bisa mempertahankan pernikahannya. Namun, kemungkinannya sangat kecil.

Jadi, bagaimana pendapat kamu mengenai aturan usia pernikahan yang ditetapkan oleh DPR? Apakah kamu setuju?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here