Vaksinasi Gotong Royong Segera Dimulai, Berikut Harga dan Jenis Vaksin

Program vaksinasi gotong royong untuk para karyawan akan segera digelar pada Selasa (18/5). Program vaksinasi gotong royong ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021. Dalam pelaksanaannya, vaksin gotong royong akan diterima karyawan secara gratis atau tanpa pungutan bayaran.

Hal ini dikarenakan program vaksinasi gotong royong membebankan biaya vaksin kepada badan hukum atau badan usaha yang menaungi karyawan, keluarga, atau individu lainnya. Program vaksinasi gotong royong ini diharapkan mampu mempercepat upaya pemerintah untuk memotong penyebaran virus COVID-19.

Melalui PT Bio Farma, pemerintah telah menyiapkan dua jenis vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong ini. Yaitu, vaksin Sinopharm dan CanSino. Bio Farma memastikan ketersediaan vaksin Sinopharm sebanyak 982.400 dosis. Seperti pelaksanaan vaksin COVID-19 lainnya, penyuntikan vaksin Sinopharm juga akan dilakukan dua kali dengan jeda waktu tertentu, antara tiga hingga empat minggu.

Bio Farma memastikan kedua vaksin yang akan digunakan ini telah teruji keamanan dan efektivitasnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menguji vaksin Sinopharm dan merekomendasikan vaksin ini untuk disuntikkan kepada orang dewasa berusia di atas 18 tahun. Selain WHO, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menyatakan keamanan vaksin Sinopharm. Vaksin ini juga telah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: 5 Area Rentan COVID-19 yang Membuatmu Harus Ekstra Waspada di Kantor

Apa Itu Vaksin Sinopharm?

Vaksin Sinopharm merupakan vaksin berjenis inactivated vaccine yang disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell). Vaksin ini menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan terhadap virus. Berdasarkan hasil uji klinik, vaksin Sinopharm memiliki efikasi 79 persen pada semua kelompok usia.

Sementara itu, kemanjuran untuk kelompok lansia (usia lebih dari 60 tahun), belum bisa diperkirakan karena minimnya lansia yang diikutsertakan dalam uji klinis yang dilakukan oleh WHO. Mengenai efek samping setelah penyuntikan, masyarakat tidak perlu khawatir karena efeknya cukup ringan, seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, batuk, atau nyeri otot.

Berbeda dengan vaksin Sinopharm yang disuntikkan sebanyak dua kali, vaksin CanSino hanya disuntikkan sebanyak satu dosis. Vaksin ini dikembangkan oleh CanSino Biologics asal Cina. Pemerintah telah menyiapkan sebanyak lima juta dosis vaksin CanSino untuk kebutuhan vaksinasi gotong royong. 

Pemerintah Telah Menetapkan Biaya Vaksinasi Gotong Royong

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021, harga maksimal vaksin Sinopharm sebesar Rp321.660 per dosis, sementara biaya maksimal pelayanan sebesar Rp117.910 per dosis. 

Besaran biaya vaksin gotong royong ini dinilai masih bisa diterima oleh badan usaha atau pengusaha. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan para pengusaha siap berpartisipasi dalam program vaksinasi gotong royong ini.

Tercatat, sekitar 22.518 perusahaan telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam program ini. Menurut Shinta, angka ini akan bertambah seiring pendaftaran tahap ketiga telah dibuka oleh Kadin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here