Valve: Kami Tidak akan Menyediakan Game Bergenre Pemerkosaan!

bergenre pemerkosaan
sumber: howtogeek

Perusahaan Valve selaku pemilik Steam yang merupakan portal penjualan game berbasis online terbesar di dunia saat ini baru saja menggelar sebuah jumpa pers. Valve menegaskan bahwa Steam tidak akan pernah menjual game bergenre pemerkosaan dalam bentuk apapun, dan sampai kapanpun.

Jumpa pers dilakukan Valve guna menanggapi komentar buruk para pengguna Steam terkait penjualan beberapa judul game yang sudah menjurus ke genre hentai. Menyikapi hal ini, Valve pun memberikan beberapa klarifikasi.

Penjelasan Valve Terkait Penjualan Game Bergenre Pemerkosaan

Pada September 2018 lalu, Steam ketahuan menjual game berjudul Negligee: Love Stories. Game ini memuat banyak adegan seksual tanpa sensor. Valve telah menempatkan kategori “Nudity or Sexual Content” dan “Adult Only Sexual Content” pada game tersebut, namun hal itu justru dinilai semakin memicu rasa penasaran dan minat para pengguna Steam untuk membeli dan memainkannya.

Menurut para penguna Steam yang dihimpun dari Steam Community, kehadiran game bergenre dewasa itu justru bisa merusak citra Steam yang selama ini terkenal akan orisinalitas serta sikap ketatnya dalam mengawasi konten-konten vulgar.

Terkait hal ini, banyak para pengguna Steam yang menganggap Steam “kecolongan” karena bisa meloloskan game dengan genre dewasa tersebut. Dan banyak pihak berganggapan Steam sudah mulai bebas dan akan menjadi portal penjualan game online yang mendukung genre pemerkosaan atau sexual content.

Baca Juga: Kembangkan Game di Indonesia, Gravity Gandeng Lytogame

Menyikapi kekhawatiran para pengguna Steam, Valve pun menegaskan bahwa sampai kapanpun Steam tidak akan pernah menjual game pemerkosaan dan sejenisnya.

Valve juga mengatakan akan menghentikan penjualan game dengan genre tersebut. Valve juga akan menghentikan akses terhadap judul-judul game tersebut bagi para pengguna Steam yang sudah pernah membeli dan mengunduhnya di PC mereka. Sehingga tak bisa lagi dimainkan.

Baca Juga: Waspada, Kecanduan Video Game Ternyata Termasuk Gangguan Mental

Perihal kerugian, Valve akan mengembalikan uang pembelian judul-judul game tersebut dalam bentuk Steam Wallet yang bisa digunakan untuk membeli game lain di Steam.

Sikap Valve ini didukung para orang tua di Amerika Serikat untuk membatasi konten-konten yang ada di Steam. Mereka khawatir jika anak-anaknya bisa mengakses game dengan konten yang tidak seharusnya mereka lihat.

Beri komentar Anda tentang artikel ini