Percaya Isu Kiamat, 52 Warga Ponorogo Jual Murah Harta Benda Mereka

isu kiamat
sumber: suara

Isu tak jelas mengenai dunia akan kiamat sering bergaung. Teranyar, isu dunia kiamat kembali terdengar di daerah Ponorogo, Jawa Timur. Imbasnya, puluhan warga Ponorogo termakan isu dan memilih untuk mengungsi.

Tercatat, ada 52warga Ponorogo terhasut dengan isu tak berlandaskan ini. Nahasnya, sebagai persiapan menghadapi hari kiamat, mereka menjual seluruh harta bendanya mulai dari rumah, ladang, kebun, tanah, hingga ternak dengan harga yang sangat murah.

Kisah 52 Warga Ponorogo yang Percaya Isu Kiamat

Seperti dikutip dari berbagai sumber, isu dunia akan segera kiamat yang merebak luas di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendorong 52 warga Ponorogo menjual seluruh harta bendanya dengan harga yang sangat murah. Sebuah rumah berani mereka jual hanya seharga Rp 20 juta. Sementara ladang beserta ternaknya dilego Rp 8 juta. Sontak hal ini memicu respon masyarakat sekitar.

Menurut sebagian warga setempat, isu ini kali pertama dihembuskan oleh Katimun, tokoh masyarakat setempat yang acap dianggap guru oleh sebagian warga. Katimun juga dinilai sebagai sosok yang memberikan ajaran-ajaran sesat oleh warga lain. Ajarannya sangat menyimpang dari ajaran agama, maupun kemanusiaan.

Doktrin Katimun mengatakan pada bulan suci Ramadhan tahun 2019 ini akan ada huru-hara dan perang. Ia juga mengatakan Indonesia akan mengalami kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Masyarakat diajak untuk mengibarkan bendera tauhid, membeli foto pengasuh pondok senilai Rp 1 juta dan di pasang sebagai pusaka, serta anak-anak tidak boleh sekolah. Bahkan ia mengajarkan bahwa anak-anak bisa mengkafirkan orangtuanya bila tidak ikut ajarannya.

Baca Juga: Jika Makhluk Fantasi Ini Ada di Dunia Nyata, Kemungkinan Besar Bumi akan Kiamat

Setelah isu kiamat di Ponorogo ini mencuat, rumah Katimun diburu warga. Namun, ia sudah menghilang. Kabarnya, Katimun sedang bertapa di gunung untuk mencari penglihatan. Sedangkan, warga lain menilai Katimun melarikan diri karena takut tersandung kasus pembohongan publik.

Terkait isu kiamat ini, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, angkat bicara. Ipong membenarkan ada 52 warga Ponorogo yang menjual semua harta bendanya dengan harga sangat murah sebagai persiapan menghadapi hari kiamat.

Menurut Ipong, ke-52 warganya yang termakan isu berencana untuk pindah ke kota Malang untuk menunggu datangnya hari kiamat. Ironisnya, Ipong mengatakan bahwa ke-52 orang tersebut menganggap diri mereka mengikuti jejak nabi Nuh.

“Ini memang cukup unik dan banyak tidak masuk akal. Mereka katanya nanti seperti pengikut nabi Nuh. Barang siapa yang ikut mereka tidak akan diterjang kiamat dan selamat. Karenanya disuruh menjual seluruh hartanya,” ungkat Ipong.

Nasib Katimun dan ke-52 warga Ponorogo yang termakan isu kiamat itu hingga kini belum diketahui rimbanya. Sejauh ini, polisi tidak bisa menjalankan aksi penyelidikan lebih lanjut mengingat aksi tersebut tidak memiliki pelanggaran hukum. Mengacu dari Undang-Undang yang berlaku, polisi baru bisa melakukan penyelidikan jika terdapat aduan dari warga yang merasa dirugikan oleh Katimun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here