Pemerintah Imbau Waspada Wabah Penyakit Cacar Monyet di Indonesia

Penyakit cacar monyet atau yang juga disebut dengan monkeypox belum lama ini menggemparkan warga Singapura. Pasalnya, cacar monyet merupakan jenis penyakit yang cukup langka. Pada umumnya, wabah cacar monyet banyak terjadi di wilayah Afrika dan sekitarnya.

Cacar monyet sendiri tergolong ke dalam jenis zoonosis (penyakit yang ditularkan melalui hewan), sehingga penyakit langka ini tidak menular dari penderitanya kepada orang lain. Menyikapi hal ini, pemerintah Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk waspada.

Respon Pemerintah terhadap Penyakit Cacar Monyet di Indonesia

Sumber: medaninside

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang mewakili Pemerintah Indonesia, menyampaikan kesiapannya untuk menangkal penyebarluasan wabah cacar monyet di Indonesia.

Dr. Tb. A Choesni, selaku Plt. Deputi Peningkatan Kesehatan di Kemenko PMK, mengatakan bahwa jajaran Kemenko PMK saat ini sedang membuat surat imbauan waspada untuk beberapa daerah yang berpotensi besar terjangkit wabah cacar monyet.

“Menghadapi ancaman Monkeypox di Indonesia, Pemerintah telah melaksanakan program kemawasan dini mengenai penyakit monkeypox melalui sarana informasi, komunikasi serta edukasi dan sedang menyiapkan surat edaran kewaspadaan monkeypox kepada daerah yang berpotensi tertular,” kata Choesni.

Choesni juga mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sudah siap untuk menangkal cacar monyet agar tidak menyebar luas di Indonesia. Hal ini tentu merujuk pada langkah-langkah pemerintah yang harus memperketat turis asing yang ingin masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Jaga Kesehatan agar Terhindar dari Penyakit Puasa yang Umum Ini

Mengingat Singapura adalah negara tetangga Indonesia, potensi masuknya penyakit cacar monyet ke Indonesia cukup besar. Sehingga, bagi masyarakat yang terindikasi mengidap penyakit tersebut diharapkan untuk segera memeriksanya ke rumah sakit terdekat.

penyakit cacar monyet
Sumber: intisari

Adapula hal yang perlu diperhatikan agar terhindari dari penyakit cacar monyet. Pertama, penularan cacar monyet terjadi akibat kontak (bersentuhan) langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lendir hewan yang mengidap virus cacar monyet.

Merujuk pada informasi yang dirilis oleh WHO (World Health Organization), gejala cacar monyet baru akan muncul setelah 14 hingga 21 hari sejak pertama kali terinfeksi virus.

Umumnya, penderita akan mengalami sakit kepala yang sangat hebat, demam parah, sakit punggung atau nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kekurangan energi selama kurang lebih lima hari berturut-turut.

Jika gejala ini dibiarkan, maka dampaknya akan menjadi semakin buruk, yakni munculnya bintil-bintil cacar disekujur tubuh, mulai dari kepala, perut, hingga organ intim. Cacar tersebut akan terasa sangat sakit seperti melepuh.

Jadi, jika kamu mengalami gejala tersebut, maka segera periksakan diri ke rumah sakit. Tidak perlu khawatir sebab Pemerintah Indonesia sudah siap menangani penyakit cacar monyet.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini Efek Mematikan dari Wabah Difteri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here