Hati-Hati! Gejala Orthoreksia Salah Satunya Ingin Makan Sehat Berlebihan

Keinginan menyantap makanan sehat merupakan hal baik yang harus dilakukan semua orang. Namun, sebenarnya ada bahaya kesehatan mental di balik keinginan menyantap makanan sehat secara berlebihan. Gangguan kesehatan yang membuat seseorang terobsesi dengan makanan sehat disebut orthoreksia.

Banyak pengidap orthoreksia tidak sadar dengan gangguan yang terjadi pada dirinya. Padahal, gangguan tersebut harus diatasi secara serius supaya tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi.

Orthoreksia Menyerupai Anoreksia

Orthoreksia dikategorikan sebagai gangguan makan obsesif kompulsif seperti anoreksia. Bedanya, pengidap anoreksia enggan makan karena takut berat badan meningkat.

Sedangkan orthoreksia adalah kondisi yang membuat seseorang hanya ingin menyantap makanan sehat. Jika dibiarkan begitu saja, gangguan mental ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan fisik yang serius.

Cermat Mengenali Gejala-Gejalanya

Gangguan mental orthoreksia biasanya ditandai oleh beberapa gejala berikut ini:

  • Ingin menyantap lebih banyak buah, sayur, daging, dan jenis makanan organik lainnya.
  • Terobsesi dengan produk-produk makanan sehat yang mudah ditemui di media sosial.
  • Niat untuk dianggap sebagai orang kaya karena mampu membeli produk-produk organik yang mahal.
  • Memandang makanan non organik sebagai sesuatu yang buruk.
  • Menjadi anggota gym dengan biaya mahal demi mendapatkan kepuasan tersendiri.

Baca Juga: Diet Dubrow: Alternatif Pola Hidup Sehat yang Tak Menyiksa

Saat Mewaspadai Dampak Buruk Orthoreksia

Obsesi berlebihan terhadap makanan bergizi dan gaya hidup sehat harus ditangkal sejak dini supaya tidak menimbulkan berbagai dampak buruk ini:

  • Tubuh kekurangan nutrisi tertentu karena pengidap orthoreksia hanya mau menyantap makanan yang jenisnya terbatas.
  • Kondisi finansial terganggu karena aktivitas belanja makanan sehat yang harganya berlebihan.
  • Kecenderungan untuk mengandalkan segala cara demi mewujudkan keinginannya, misalnya berutang demi makanan sehat dan keanggotaan gym yang mahal.
  • Pandangan buruk yang berlarut-larut terhadap orang-orang terdekat yang gaya hidupnya kurang sehat. Dampak ini dapat menyebabkan hubungan baik dengan orang-orang terdekat jadi terganggu.
  • Depresi dan stres bila keinginannya tidak tercapai.

Cara Terbaik Mencegah dan Mengatasi Gangguan Makan Ini

Psikolog klinis menyatakan bahwa belum ada pengobatan pasti untuk mengatasi gangguan makan kompulsif. Namun, beberapa hal ini bisa dilakukan untuk membantu mencegah dan mengatasi orthorexia:

  • Menerapkan pemahaman tentang pentingnya pola makan seimbang meskipun tanpa makanan organik yang mahal.
  • Mengajak pengidap gangguan ini untuk berusaha menjalani pola hidup sehat secara wajar tanpa mengeluarkan banyak biaya.
  • Detoks media sosial. Karena kecenderungan gangguan makan bisa terjadi akibat mengamati konten-konten media sosial yang tampak serba sempurna.

Jangan menganggap remeh gangguan makan yang terjadi pada diri sendiri atau orang-orang terdekat. Gangguan psikologis sekecil apa pun wajib mendapatkan penanganan intensif supaya kondisinya tidak memburuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here