Jebakan Diskon! Perhatikan Trik Ini Sebelum Anda Terjebak untuk Belanja

Pernahkah Anda menyesal telah membeli sebuah produk, karena harganya ternyata lebih mahal dari yang seharusnya? Mungkin saat itu Anda membelinya karena produk tersebut sedang diskon. Namun, tanpa disadari Anda sebenarnya sudah terkena jebakan diskon.

Diskon adalah salah satu jenis godaan retail yang ditawarkan pemasar saat memasarkan produknya. Bagi konsumen, memburu diskon adalah hal yang wajar dilakukan. Namun, tidak semua produk yang didiskon benar-benar dipangkas harganya. Berikut ini beberapa jenis jebakan diskon yang bisa saja merugikan kalau konsumen kurang memperhatikan.

Jebakan Diskon dengan Mendongkrak Harga

Cara ini adalah cara yang paling sering dilakukan pemasar saat menawarkan diskon. Pemasar menaikkan harga barang sampai di atas harga sewajarnya. Lalu, untuk menarik konsumen, barang tersebut ditawarkan dengan diskon tanpa mengurangi harga retailnya.

Jebakan diskon semacam ini juga dilakukan pemasar yang ingin menjual barang yang cacat tanpa ada penjelasan sebelumnya. Konsumen memang mendapat diskon yang sesuai, tapi tidak mengetahui kalau produk yang dibeli sebenarnya cacat.

BOGO atau Jebakan Diskon?

Jebakan diskon BOGO atau Buy One Get One Free adalah strategi dengan menaikkan harga sebuah produk lebih mahal dari harga satuannya. Selanjutnya, pemasar menambahkan produk kedua dengan gratis. Konsumen memang tidak membayar harga untuk dua produk. Namun, konsumen juga sebenarnya tidak membayar untuk satu buah produk.

Baca Juga: Jangan Abaikan 5 Hal Penting Ini saat Berbelanja Barang Diskon Favorit

Tidak semua tawaran BOGO menjebak konsumen. Namun, kalau tidak teliti Anda bisa membayar lebih mahal dari yang seharusnya. Pasalnya, kata “free” sering dikumandangkan pemasar agar konsumen membeli lebih banyak atau bersedia membayar lebih mahal.

Teknik “Tawaran Kedua”

Pernahkah Anda ditawari produk lain yang harganya lebih murah dari produk yang sebenarnya Anda idamkan? Nah, mungkin saja sebenarnya saat itu Anda sedang “dijebak” oleh tawaran pemasar.

Cara lainnya, pemasar juga mungkin menawarkan produk lain setelah Anda bersedia membayar untuk produk pertama.

Teknik “tawaran kedua” bukanlah benar-benar jebakan diskon. Tujuannya adalah agar konsumen mau membeli sebanyak-banyaknya produk. Bagi Anda yang sedang berhemat, tawaran ini akan menjebak Anda untuk membeli. Pada akhirnya, rencana Anda untuk berhemat akhirnya menjadi berantakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here