Kekurangan Sifat Perfeksionis Ini Sebaiknya Tidak Kamu Miliki

Meski terkesan hebat, sifat perfeksionis juga punya kekurangan. Perfeksionis biasanya dimiliki beberapa karyawan yang punya kebiasaan serba teliti. Sikap berhati-hati dalam bekerja ini sebenarnya baik, tapi ada kalanya bisa menjadi bumerang menakutkan.

Berikut ini ada beberapa kekurangan dari sifat perfeksionis. Mengingat tidak semua hal bisa dilakukan dengan cara sempurna, ada baiknya kamu memahami hal ini ya. Siapa tahu kamu pun pernah merasakan sisi negatif seorang perfeksionis berikut.

Takut Tidak Mampu Melakukan Pekerjaan dengan Baik

Kesempurnaan adalah tujuan dan fokus utama dari orang perfeksionis. Bahkan, ada juga yang sama sekali tidak mau menerima cacat sedikit pun dalam hasil pekerjaan. Segalanya harus sempurna dan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Sayangnya, sifat perfeksionis ini punya kekurangan cukup besar, yaitu ketakutan berlebihan. Rasa cemas ini muncul karena merasa tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik. Andai ekspetasi seorang perfeksionis bisa sedikit diturunkan, rasanya rasa takut berlebihan ini tidak perlu dimiliki ya.

Mudah Mengalami Masalah Kesehatan Mental

Kekurangan sifat perfeksionis selanjutnya adalah lebih rentan terkena masalah kesehatan mental. Orang perfeksionis cenderung mudah stres, frsutrasi, hingga dapat pula depresi. Tuntutan untuk selalu sempurna menjadi salah satu pemicunya.

Ketika suatu pekerjaan tidak berjalan sesuai dengan harapan, dia akan mudah frustrasi. Perasaan bersalah dan kecewa bisa dipelihara sebegitu lama. Akibatnya, performa kerja pun bisa menurun drastis lantaran kondisi mental tidak lekas pulih.

Baca Juga: Frustrasi karena Pekerjaan Tidak Akan Kamu Alami Kalau Ikuti Langkah Ini

Gemar Menunda Pekerjaan karena Cemas

Jangan salah ya, orang perfeksionis pun bisa menunda-nunda pekerjaan loh. Bukan karena dia malas atau bosan, melainkan karena cemas berlebihan. Keragu-raguan memulai pekerjaan justru membuatnya terus-menerus menunda pekerjaan dengan alasan belum siap.

Inilah kekurangan besar dari sifat perfeksionis. Ada kalanya dia mampu tampil apik, tapi ada juga momen dia tak bisa berbuat banyak. Fokus pada kesempurnaan dan mengesampingkan proses memang dapat “membunuh” karakter sang perfeksionis pelan-pelan.

Ternyata kekurangan dari sifat perfeksionis sangat berpengaruh besar juga pada pekerjaan ya. Berusaha mengejar hasil terbaik memang sah-sah saja. Namun, jangan sampai kamu hanya fokus pada kesempurnaan dan lupa menghargai diri sendiri ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here