Penipuan Lowongan Kerja Saat Pandemi Kian Marak, Gimana Modusnya?

Penipuan lowongan kerja oleh oknum tak bertanggung jawab sepertinya kian marak terjadi belakangan ini. Terlebih lagi kebutuhan akan pekerjaan di masa pandemi juga semakin meningkat. Para pelamar kerja harus bersusah payah bersaing dengan ribuan pencari kerja lain demi mendapatkan pekerjaan.

Di tengah kondisi serba tak pasti seperti sekarang, wajar saja jika sebagian orang tertipu oleh lowongan kerja palsu. Inilah yang kemudian harus diwaspadai para pencari kerja, baik itu fresh graduate maupun yang sudah berpengalaman. Berikut beberapa modus yang sering digunakan dalam penipuan lowongan kerja.

Meminta Sejumlah Uang

Salah satu modus paling sering banyak muncul dalam penipuan lowongan kerja adalah permintaan sejumlah uang ke pelamar kerja. Sebuah perusahaan yang sehat tentu tidak mungkin memungut biaya atas proses rekrutmen di tahap mana pun. Entah itu psikotes, tes kemampuan diri, hingga wawancara.

Bentuk dana yang diminta pun bermacam-macam, bisa jadi biaya penjemputan atau transportasi, biaya makan, bahkan ada juga biaya pendaftaran. Lowongan kerja yang meminta sejumlah uang pada pelamar hendaknya lekas dihindari. Ini hanya tipuan oknum tak benar untuk meraup keuntungan dari pencari kerja.

Penipuan dengan Mengklaim sebagai Agen Kerja

Di sisi lain, ada juga modus peniupan lowongan kerja dengan mengaku-aku sebagai agen pencari kerja. Keberadaan agen pencari kerja memang sebenarnya bukan hal asing. Namun, pelamar kerja harus betul-betul memastikan bahwa agen yang menghubunginya sah dan legal.

Sayangnya, keterbatasan info mengenai agen pencari kerja justru sering menjadi batu sandungan para pencari kerja. Biasanya agen pencari kerja palsu lebih suka mengiming-imingi pelamar dengan janji selangit. Misalnya, pasti diterima di perusahaan besar, jaminan diberi gaji dan tunjangan menggiurkan, hingga prospek karier menarik.

Baca Juga: Tips Mencari Kerja Online biar Aman dan Pastinya Sukses

Kandidat Diminta Mengenai Data-Data Pribadi

Waspadai modus penipuan lowongan kerja yang terakhir ini. Para oknum tak bertanggung jawab kerap sekali meminta data-data pribadi dari pelamar kerja. Data pribadi tersebut biasanya berupa nomor Kartu Keluarga, nomor KTP, nomor NPWP, dan lain-lain.

Sebenarnya data-data pribadi tersebut memang pada akhirnya akan diminta perusahaan. Namun, hal itu terjadi saat pelamar kerja sudah pasti diterima menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Data pribadi tidak akan diminta ketika proses rekrutmen, apalagi saat menghubungi pelamar kerja.

Jangan biarkan penipuan lowongan kerja makin menjamur di kondisi serba sulit begini. Andai kamu mendapati penipuan seperti poin-poin di atas, laporkanlah hal tersebut kepada yang berwajib. Ingat, tetap waspada dan berpikir jernih saat seseorang menghubungi dan menawari pekerjaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here