Parental Burnout: Stres Lelah Mengurus Anak yang Dialami Ayah Bunda

Selamat hari Ibu, bunda. Setiap bunda adalah superhero bagi semua anak. Terlebih selama tahun 2020 ini ketika pandemi COVID-19 mengharuskan para bunda untuk lebih bekerja keras dan tangguh dalam mengurus keluarga, anak, bahkan kariernya. Tekanan ini tak jarang menjerumuskan bunda dalam situasi parental burnout atau kelelahan luar biasa yang dialami orangtua. Yuk, pahami bagaimana mengatasi parental burnout.

Orangtua perlu mengetahui apa itu parental burnout yang bisa menyerang mereka selama masa pengasuhan anak, terutama saat pandemi COVID-19 ini. Parental burnout adalah kondisi orangtua merasa lelah secara fisik dan mental. Dalam kondisi ini, orangtua menjadi sulit berkonsentrasi dan masalah sulit tidur. Ketika kondisi ini menyerang, proses pengasuhan anak pun ikut terpengaruh.

Nah, pertanyaannya, apa yang menyebabkan parental burnout?

Tak bisa dipungkiri bahwa mengasuh anak akan menguras energi orangtua. Tantangan bagi orangtua berlipat ganda pada tahun ini di tengah pandemi COVID-19. Orangtua, khususnya bunda, memikul tugas tambahan seiring kebijakan pembatasan sosial yang mengharuskan semua orang untuk beraktivitas di rumah. Termasuk, belajar dari rumah.

Alhasil, bunda harus beradaptasi untuk memenuhi peran-peran baru sebagai seorang ibu dan guru bagi anak-anaknya, istri bagi suami, pekerja bagi perusahaannya, dan bagi dirinya sendiri. Ketidakmampuan untuk beradaptasi dikarenakan beban yang berlebih akan mendorong munculnya parental burnout.

Baca Juga: Aplikasi DiaryBunda, Jaga Masa Kehamilan Lebih Sehat dan Aman

Bila kondisi burnout ini tidak segera teratasi, bunda bisa terancam mengalami depresi. Ya, perlu diketahui bahwa burnout merupakan gejala awal dari depresi. Seseorang yang burnout merasa dirinya “tidak cukup” sehingga muncul kekosongan dalam jiwanya. Hal ini berbeda dengan stres. Seseorang yang mengalami stres masih mampu membayangkan dirinya akan baik-baik saja bila masalahnya teratasi. 

Kekosongan dalam jiwa tersebut disebabkan oleh kelelahan secara mental. Burnout menyebabkan pudarnya rasa semangat untuk beraktivitas. Kondisi ini bisa terlihat dengan menurunnya konsentrasi ketika beraktivitas. Lebih parah lagi, bila orangtua tidak merasakan keterikatan emosional dengan anak, bahkan muncul rasa benci terhadap anak. 

Lakukan Ini ketika Parental Burnout Muncul

Tenang, bunda, parental burnout bisa diatasi kok. Beberapa tips berikut bisa bunda dan ayah lakukan ketika gejala-gejala burnout muncul. 

Luangkan waktu untuk tubuh dan otak beristirahat

Pekerjaan di rumah sebagai orangtua memang tidak ada habisnya. Tapi, bukan berarti orangtua harus menempatkan dirinya pekerja 24 jam di rumah. Jangan perlakukan diri sendiri sebagai robot. Cobalah untuk meluangkan waktu beristirahat bagi tubuh dan otak ketika anak sedang istirahat tidur. 

Tubuh dan otak juga bisa menjadi lebih rileks ketika melakukan hobi. Jadi, mengapa tidak untuk melakukan hobi bersama keluarga? Beraktivitas yang menyenangkan bersama anak akan mendekatkan hubungan orangtua dan anak juga lho

Tetap berpikir positif

Situasi di tengah pandemi COVID-19 memang menyulitkan. Ditambah lagi tumpukan pekerjaan rumah. Tapi, situasi hanya akan memburuk bila pikiran dipenuhi dengan hal-hal yang negatif. Yuk, selalu berpikir positif. Ingat, tidak ada yang sempurna, begitu juga dalam pengasuhan anak. 

Jangan segan untuk curhat

Ketika beban sudah semakin berat, curahkanlah kepada orang-orang terdekat. Bercerita kepada orang lain merupakan cara sederhana untuk mengurangi bahkan mengatasi stres. Bila situasi sudah parah, jangan segan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Atasi segera masalah sebelum terlambat. 

Selamat hari Ibu, bunda. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here