Riuh rendah suara terdengar dari salah satu ruangan di Wipro Unza Indonesia. Sore itu, sekitar pukul 17.00 WIB, sebanyak 32 karyawan tengah mengikuti kelas bahasa Inggris. Kelas bahasa Inggris ini diperuntukkan bagi seluruh karyawan tanpa memandang status dan jabatan. Hingga kini, kelas bahasa Inggris yang sudah diadakan sebanyak 20 kali dari 30 pertemuan ini menjadi salah satu program Wipro Unza Indonesia dalam meningkatkan kemampuan karyawan untuk berbahasa Inggris.

Abim Manyoe, sang pengajar terlihat sangat aktif mengajak karyawan dan karyawati agar tidak malu untuk speak up dan memperlihatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya dengan penuh percaya diri. Terlihat aktivitas di kelas menjadi sangat produktif. Karyawan dan karyawati yang semula ragu untuk menyebutkan kosa kata dalam bahasa Inggris, perlahan jadi terbiasa untuk melafalkannya.

“Di kelas ini kami mempelajari kosa kata baru, practical things yang berhubungan dengan kondisi atau situasi pekerjaan mereka. Selain itu, kami juga latihan pronunciation dan lainnya. Kami pun mempelajari grammar supaya mereka paham bagaimana menyusun kalimat dalam bahasa Inggris secara benar. Tujuan dari kelas ini kami ingin membuat teman-teman lebih berani dan percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris. Di sini yang saya lihat, kemauan mereka untuk belajar tinggi sekali. Memiliki karyawan yang mau belajar itu juga menjadi tolak ukur bagi perusahaan untuk bertumbuh,” tuturnya di sela-sela kelas.

Suasana kelas bahasa Inggris yang menyenangkan dan interaktif merupakan faktor utama yang membantu karyawan untuk belajar lebih efektif.
Keseruan para karyawan Wipro Unza Indonesia saat mengikuti kelas bahasa Inggris yang diadakan setiap seminggu dua kali.

Adanya kelas bahasa Inggris ini ditanggapi secara positif oleh para karyawan. Sri Wahyuningsih adalah salah satunya. Perempuan yang bekerja sebagai Payroll Supervisor ini awalnya tidak bisa berbahasa Inggris. Kesadaran untuk harus terus berkembang yang mendorongnya mengikuti program bahasa Inggris dari Wipro Unza Indonesia.

Sri Wahyuningsih merasakan dampak yang signifikan terhadap kemampuan Bahasa Inggrisnya sejak mengikuti kelas bahasa dari Wipro Unza Indonesia.

“Yang membuat saya tertarik ikut kelas ini karena ingin bisa berbahasa Inggris. Sebelumnya tidak pernah ngobrol pakai bahasa Inggris tetapi sekarang sedikit-sedikit sudah bisa dan tidak takut salah lagi. Tetapi yang lebih membuat saya senang itu, saya jadi bisa menemani anak saya belajar bahasa Inggris. Hubungan saya dan anak jadi lebih dekat.”

Ageng Tri Anggito, GA Operational Staff juga mengungkapkan kelas seperti ini juga dapat mempererat hubungan sesama karyawan antara divisi.

“Saya sih merasa fun di kelas ini. Karena selain bisa belajar bahasa Inggris, kami juga ada hiburan karena di sini bisa sambil bercanda dan akhirnya jadi lebih kenal dengan karyawan di departemen lain, yang kadang-kadang jarang ketemu. Kalau di sini kan berbaur, mau dia orang gudang atau siapapun itu bisa belajar,” ungkapnya.

Karyawan Ikut Berkembang Bersama Perusahaan

PT Unza Vitalis (Wipro Unza Indonesia) menjadi salah satu produsen consumer goods di Indonesia yang dikenal oleh produk-produk kecantikannya. Keberhasilan perusahaan ini mengenalkan produk kecantikan tak terlepas dari sejarah panjang perusahaan.

Dimulai pada tahun 1986 dari berdirinya perusahaan produsen kosmetik PT Kosmetika Alam Pesona Mandiri yang memproduksi produk kecantikan yaitu Vitalis. Pada tahun 2004, Unza Holding Group mengakuisisi PT Kosmetika Alam Pesona Mandiri dan berganti nama menjadi PT Unza Vitalis. 3 tahun berselang PT Unza Vitalis diakuisisi oleh Wipro Limited dan hingga kini dikenal dengan Wipro Unza Indonesia. Wipro Unza Indonesia kini telah memproduksi 9 merek produk kecantikan di antaranya Vitalis, Izzi, Sumber Ayu, Romano, dan Safi.

Pertumbuhan Wipro Unza Indonesia saat ini didukung oleh 544 karyawan. Sadar pentingnya keberadaan karyawan sebagai aset terpenting dalam perusahaan. Karyawan diarahkan agar mampu meresapi nilai-nilai yang menjadi fondasi dari perusahaan yaitu integritas, kejujuran, keadilan, serta menghormati satu sama lain.

Keempat nilai tersebut kemudian diwujudkan ke dalam Spirit of Wipro. Spirit of Wipro diwujudkan ke dalam bentuk sikap yang idealnya ada pada diri setiap karyawan, yakni selalu bersemangat untuk kesuksesan klien, menghormati setiap orang, menjadi global dan bertanggung jawab, serta memiliki integritas dalam segala hal yang dilakukan.

“Setiap karyawan memiliki panduan Code of Business Conduct (COBC), yang berisi apa saja sikap-sikap yang harus dimiliki oleh karyawan berdasarkan value dan Spirit of Wipro. Di sini, setiap tahun kita adakan refreshment test. Tujuannya untuk mengukur sejauh mana karyawan memahami dan menerapkan nilai serta semangat perusahaan,” ujar Ardhini Retno Putri, Junior HR Manager Wipro Unza Indonesia.

Tak hanya menyediakan sarana bagi karyawan untuk mengembangkan diri, perusahaan juga menyediakan saluran komunikasi bagi seluruh karyawan. Saluran komunikasi yang melibatkan tim Ombudsman ini siap menerima keluhan atau laporan dari karyawan yang merasakan perlakukan diskriminasi, pelecehan, maupun intimidasi di tempat kerja.

ombudsman
Setiap karyawan memiliki hak untuk speak-up melalui tim Ombudsman, baik secara langsung atau tidak langsung (e-mail/telepon).

“Jika ada karyawan yang merasa dilecehkan atau di-bully oleh rekan kerja, mereka bisa mengirimkan laporan tersebut kepada tim Ombudsman melalui e-mail, telepon, maupun langsung. Pelapor dijamin kerahasiannya untuk meminimalisir adanya konflik internal setelahnya. Yang terlapor akan mendapat teguran dari departemen terkait.”

Fasilitas yang diberikan tak hanya mendukung karyawan mengembangkan diri untuk kemajuan karier, namun juga menjaga kenyamanan dan keamanan karyawan saat bekerja. Sehingga, dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here