Apa yang Ingin Didengar oleh Pewawancara dari Pelamar Kerja? Ini Jawabannya

Sebenarnya, Apa yang Ingin Didengar Oleh Pewawancara Dari Pelamar Kerja? Ini Jawabannya
Sumber: Imageconcepts

Saat melakukan interview kerja, seorang pelamar kerja tentu akan berusaha keras untuk dapat diterima kerja di perusahaan. Ia akan menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar bisa memberi kesan terbaik kepada pewawancara. Demikian pula dengan perusahaan yang diwakili oleh pewawancara. Ia akan berusaha keras untuk memiliki pelamar kerja terbaik untuk dapat bergabung dengan perusahaan agar dapat meningkatkan penghasilan. Lalu, apa sebenarnya yang ingin didengar oleh pewawancara saat sedang melakukan interview kerja? Berikut jawabannya untuk Anda.

Tips bagi Pelamar Kerja untuk Bisa Lolos Interview Kerja

Sukses Wawancara Kerja Dengan Memiliki Rasa Percaya Diri di Depan Pewawancara
Sumber: Social.hays

Seorang pengusaha yang prospektif akan senang untuk mendengar tentang passion, antusiasme dan kegesitan Anda dalam bekerja. Bila selama ini Anda memiliki pengalaman kerja, ia akan senang untuk mendengar tentang etika kerja Anda yang sempurna dan kemampuan Anda untuk bergaul dengan baik bersama rekan kerja di kantor, atasan, atau bahkan dengan klien.

Selain itu, penting juga bagi mereka untuk tahu bahwa Anda dapat melakukan pekerjaan dengan profesional. Dan tahukah Anda? Ketika beberapa kandidat sedang dievaluasi secara simultan, ada peluang dari masing-masing pelamar kerja untuk bisa melakukan pekerjaan yang tercantum dalam deskripsi kerja.

Baca Juga : Strategi yang Dapat Dilakukan untuk Meredakan Ketegangan saat Wawancara Kerja

Setiap pelamar kerja tentu ingin mendapatkan perhatian lebih dari pewawancara, terutama bila ia merasa memiliki kualifikasi, pengalaman kerja dan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan. Perlu Anda ingat bahwa penting sekali bagi seorang pelamar kerja untuk mengetahui apa yang mendorong dirinya bisa menuju ke puncak kesuksesan dalam karir untuk mendapat tawaran yang diidam-idamkan karena itu bisa menjadi daya tarik mereka di hadapan pewawancara. Sangat sederhana, bukan?

Memberikan Kesan yang Positif dan Menarik kepada Pewawancara

Pda intinya, Anda hanya perlu untuk bisa disukai oleh pewawancara ketika sedang melakukan interview kerja. Pewawancara sudah dapat ‘mencium’ gelagat Anda dari pertama kali Anda memasuki ruangan wawancara. Apakah Anda terlihat stres, gugup, percaya diri, tenang, ramah, ataukah terorganisir. Untuk itu, penting bagi Anda untuk terlihat tenang saat memasuki ruangan interview.

Ketika Anda berinteraksi dengan pewawancara, tidak peduli apakah pewawancara tunggal atau beberapa orang, jangan ragu untuk menyorot sesuatu yang unik tentang diri Anda, yang membedakan Anda dengan kandidat lain. Keunikan ini juga disukai oleh calon bos Anda. Misalnya bila Anda bisa berbicara bahasa Jepang, Anda pernah belajar di luar negeri atau tinggal dengan keluarga lokal di Selandia Baru.

Baca Juga : Berminat Bekerja di Luar Negeri? Perhatikan Hal Penting Ini Sebelum Melakukannya

Dengan cara ini, pewawancara akan tahu kelebihan atau keunikan lain yang Anda miliki. Poin ini pun akan menjadi pertimbangan bagi pewawancara dalam membuat keputusan di akhir sesi rekrutmen. Selain itu, minat khusus seperti ini juga dapat berfungsi sebagai starter dari percakapan Anda dengan pewawancara. Dan umumnya, situasi seperti ini Anda akan lebih diingat sebagai seorang pribadi dibandingkan pelamar kerja oleh pewawancara.

Memang benar bila calon bos mungkin akan mempekerjakan Anda sebagai seorang karyawan, namun mereka juga tidak mau kehilangan ‘pandangan’ dan Anda seharusnya tidak kehilangan ‘celah’ yang dapat dilihat karena yang pertama dan paling penting adalah Anda harus dapat meyakinkan pewawancara bahwa Anda memiliki kualitas yang diperlukan oleh perusahaan dan pekerjaan ini paling cocok bila dilimpahkan pada Anda.

Menyorot sesuatu yang lebih detail tentang diri Anda setidaknya dapat membantu pewawancara menaksir skill, kemampuan dan kualifikasi Anda dalam menjalankan pekerjaan. Begitu juga dengan Anda, bahwa tiap detail yang Anda bagikan kepada pewawancara seharusnya merupakan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan, dan bukannya informasi sensitif tentang pribadi Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here