Zero Based Budgeting: Lakukan Ini agar Bujet Aman Sampai Akhir Bulan

Mengurangi pengeluaran untuk berhemat adalah hal yang penting dilakukan. Namun, jangan lupakan untuk melakukan pendanaan. Salah satu metode pendanaan yang bisa digunakan, yaitu zero based budgeting.

Fungsi pendanaan sangat penting untuk mencapai tujuan finansial. Semisal, kalau kamu ingin punya rumah, kamu harus mengalokasikan sejumlah dana tabungan untuk down payment rumah. Jumlah itu haruslah tercantum dalam pendanaan. Atau, kalau kamu ingin berlibur ke luar negeri, jumlah tabungan dana liburan juga sebaiknya ada dalam pendanaan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan zero based budgeting?

Mencapai Nol Rupiah dengan Zero Based Budgeting

Zero based budgeting yaitu metode pendanaan dengan tujuan menghabiskan pendapatan hingga jumlahnya mencapai nol pada akhir bulan. Pendek kata, pendapatan dikurangi pengeluaran sama dengan nol.

Yang dimaksud pendapatan disini, yaitu seluruh pendapatan yang diterima. Baik itu gaji, profit bisnis, hasil investasi, dan lain-lain. Namun, meskipun tujuannya menghabiskan pendapatan, sebelumnya kamu harus membuat bujet bulanan yang berisikan semua keperluan atau pengeluaran bulanan.

Cara Membuat Bujet Bulanan

Untuk membuat pendanaan dengan menggunakan zero based budgeting caranya cukup mudah. Kamu bisa melakukannya di selembar kertas atau dengan bantuan spreadsheet. Pertama, tulislah sumber pendapatan dan jumlah pendapatan yang diterima.

Selanjutnya, tulislah semua pos pengeluaran bulanan. Semisal, belanja bulanan, tagihan bulanan, tabungan down payment rumah, tabungan liburan, premi asuransi, cicilan kartu kredit, tabungan dana pensiun, dana darurat, dan seterusnya.

Ada baiknya, kamu juga memerhatikan pos-pos pengeluaran seasonal atau pos pengeluaran tak terduga. Semisal, merayakan ulang tahun/hari raya, membeli kado perpisahan atau mentraktir teman.

Dengan mencatat pos-pos pengeluaran seperti ini, kamu sudah mengetahui sedari awal seberapa banyak dana atau uang yang harus kamu persiapkan. Ingat, tujuan dari zero based budgeting adalah mencapai nol rupiah, bukan minus.

Baca Juga: 5 Tips Perencanaan Keuangan buat Kamu yang Baru Diterima Bekerja

Selanjutnya, kurangilah pendapatan dengan setiap pos pengeluaran sampai jumlahnya mencapai nol. Jika belum mencapai nol, sesuaikanlah jumlah pengeluaran yang ada. Ini bisa berarti kamu harus menghapus salah satu pos pengeluaran atau mengurangi jumlahnya.

Setelah kamu melakukan pendanaan, yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengawasi atau mengontrol agar jumlah pengeluaran setiap posnya sama dengan jumlah yang sudah dituliskan. Hal ini untuk mencegah terjadinya kebocoran, sehingga pendapatan yang ada cukup digunakan untuk memenuhi semua pengeluaran.

Nah, dengan melakukan zero based budgeting, kamu bisa mengetahui pos-pos pengeluaran apa saja yang harus ada setiap bulannya. Kamu juga bisa memprioritaskan mana pos pengeluaran yang diperlukan dan mana yang tidak diperlukan. Sehingga, bujet bulanan yang kamu miliki bisa tetap aman hingga akhir bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here