Aplikasi Zomato Tutup Kantor di Indonesia, Gimana Refund Dananya?

Sumber: Zomato

Aplikasi direktori restoran, Zomato, menutup kantor operasional di Indonesia akibat pandemi COVID-19. Penutupan ini juga berujung diakhirinya layanan Zomato Pro atau Zomato Gold yang membantu pengguna untuk mereservasi dan memilih menu makanan secara online. Dampak dari penutupan kantor di Indonesia juga berakibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan para karyawan lokalnya. 

Penutupan layanan ini telah diumumkan kepada para penggunanya melalui surat elektronik. Zomato memberikan kesempatan terakhir untuk menggunakan layanan ini hingga 30 November 2020. Sementara itu, dana pengguna yang masih tersimpan akan dilakukan kembalikan kurun waktu 15-30 hari sejak diajukan. 

Meski menutup kantor operasionalnya, pihak Zomato mengatakan aplikasinya masih bisa diakses di Indonesia. Proses operasional aplikasi akan dikelola secara jarak jauh oleh kantor pusat di India. Melalui keterangan pers, keputusan ini diambil Zomato untuk menyelaraskan strategi pasar jangka panjang mereka.

“Kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi lokal di Indonesia. Sementara kami berterima kasih atas semua cinta yang telah kami dapat dari pengguna, komunitas restoran, dan semua mitra lainnya. Kami akan menyelaraskan kembali strategi pasar sesuai visi jangka panjang,” bilang juru bicaranya dalam keterangan pers.

Baca Juga: Strategi Pivot Startup Saat Pandemi, Solusi atau Sekoci Temporer?

Dana Pengguna Zomato Akan Dikembalikan Kurun 15-30 Hari

Sementara itu, melalui akun Twitter @ZomatoID, pihak manajemen menginformasikan proses pengembalian dana pengguna. 

“Halo foodie! Untuk pengambilan dana/refund pro akan dilakukan pada 15-30 hari kerja ya. Kamu akan menerima dana membership kamu kembali sesuai yang tertera pada email/aplikasi melalui account (debit/credit) yang kamu gunakan untuk membeli membership gold/pro 

Mengenai dampak PHK yang menimpa para karyawan lokal, Zomato belum menginformasikan jumlah karyawan ter-PHK dan kompensasi yang akan diberikan. Sejak pandemi COVID-19, Zomato telah memutus hubungan kerja 13 persen karyawannya, atau sekitar 500 karyawan dari total 4 ribu karyawan secara global. Selain itu, diambil juga keputusan untuk memotong gaji karyawan yang tidak ter-PHK hingga 50 persen. 

Startup asal India ini hadir di Indonesia sejak tahun 2013. Sebagai aplikasi direktori restoran, Zomato memberikan layanan informasi detail mengenai restoran, mulai dari menu makanan, harga, hingga ulasan pengunjung. 

Selain menghentikan kantor operasional di Indonesia, Zomato juga menutup perwakilan di Filipina. Ke depannya, pengelolaan aplikasi pengguna Filipina juga akan diproses langsung dari India.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here